News
·
17 April 2021 14:28

Polisi Selidiki Modus Baru Kekerasan KKB Papua

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Polisi Selidiki Modus Baru Kekerasan KKB Papua (419229)
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Karo Ops Polda Papua Kombes Pol Jermias Rontini menyebutkan KKB saat ini sedang merubah modus kekerasan.
ADVERTISEMENT
Ia menyebutkan salah satu yang sudah dilakukan terdapat di Kabupaten Puncak yakni 2 guru ditembak, termasuk tukang ojek dan seorang pelajar yang harus kehilangan nyawanya akibat kekerasan yang dilakukan KKB Papua.
“Jauh sebelumnya, KKB Papua hanya melakukan kekerasan kepada TNI Polri. Target saat ini sudah menyasar ke warga sipil. Kami masih menyelidiki motif baru ini,” katanya, Sabtu (17/4).
Ia berharap masyarakat di Puncak atau daerah rawan KKB lainnya untuk menghentikan aktivitas pada malam hari ataupun aktivitas ke kampung.
“Kami tetap melakukan penegakan hukum kepada pelaku kekerasan yang dilakukan KKB Papua,” jelas Rontini.
Dalam sepekan, KKB Papua di Puncak menembak mati 4 orang warga sipil, di antaranya menembak dua guru di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, yakni Oktovianus Rayo (43 tahun) dan Yonatan Renden (28 tahun).
ADVERTISEMENT
Oktovianus ditembak pada Kamis 8 April 2021 sedangkan Yonatan ditembak pada Jumat 9 April 2021.
Oktovianus ditembak saat berada dalam kiosnya di Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Sementara Yonatan ditembak pada Jumat, keesokan harinya saat akan mengambil terpal di sekolah untuk mengemasi jenazah Oktovianus.
Kemudian pada pukul 13.30 WIT, Rabu, 14 April 2021, seorang tukang ojek bernama Udin (41 tahun) ditembak KKB di Kampung Erogama Ilaga, Kabupaten Puncak.
Lalu, pada Kamis, 15 April 2021, seorang pelajar benama Ali Mom (16 tahun) ditembak KKB di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua. Ali dihadang KKB di tengah jalan sekitar pukul 18.30 WIT saat diminta tolong oleh seseorang untuk mengantarkan pinang dan rokok ke arah kampung itu.
ADVERTISEMENT
Tak hanya penembakan yang dilakukan, KKB di Puncak, juga melakukan pembakaran 12 ruang sekolah di Beoga, rumah guru dan rumah Wakil DPRD Puncak.