Pencarian populer

Terima Kalpataru 2019, Lukas Awiman Barayap Harumkan Nama Papua Barat

Manokwari, BUMIPAPUA.COM – Lukas Awiman Barayap, asal Kabupaten Manokwari, Papua Barat keluar sebagai salah satu dari 10 penerima juara Kalpataru 2019 dari seluruh Indonesia, baik individu maupun kelompok.

Pemberian penghargaan kepada mereka yang berjasa pada lingkungan hidup ini diberikan langsung Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (11/7).

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menuturkan kalpataru merupakan upaya peningkatan peran masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan ini dinilai sangat berjasa dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan lingkungan hidup dan kehutanan.

Lanjut Dominggus, hutan adalah sumber utama untuk memperbaiki lingkungan terutama mengendalikan bencana banjir. Saat ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat berupaya mewujudkan luas kawasan hutan konservasi menjadi 70 persen, agar tercipta pembangunan berkelanjutan dan masyarakat ikut menjaga hutan.

“Tidak sembarangan orang bisa masuk hutan di Papua Barat. Kami bangga, sosok Lukas Awiman Barayap mengharumkan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dalam perintis lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengatakan, Lukas Awiman Barayap telah mengharumkan nama baik Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat di tingkat nasional.

“Saat ini Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari Yonadap Sraun, dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, berada di Jakarta dampingi Lukas Awiman Barayap terima penghargaan Kalpataru 2019,” terang Edi melalui rilisnya ke Manokwari, Kamis (11/7).

Menurut Edi, apa yang dilakukan para penerima Kalpataru ini sebagai contoh baik dan jadi panutan lainnya. “Semua bisa turut berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan alam, khususnya di Manokwari," katanya.

Edi juga meminta dukungan dari semua elemen masyarakat di Manokwari untuk mendukung berbagai program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Manokwari.

“Terima kasih kepada semua elemen yang telah memberi sumbangsi bagi pemerintah dan turut menyukseskan pembangunan dan pelayanan kemasyarakata. Mari kita saling dukung untuk pembangunan daerah dan masyarakat yang bersih, indah, sejahtera, aman dan damai," jelas Edi.

Sekadar diketahui, peraih penghargaan Kalpataru 2019 ini terdiri tiga kategori yakni perintis lingkungan, pengabdi lingkungan dan penyelamat lingkungan.

Untuk kategori perintis lingkungan, diraih Lukas Awiman Barayap dari Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Lalu ada Sucipto dari Lumajang Jawa Timur, Eliza dari Sumbawa Barat dan Nurbit dari Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.

Sementara untuk kategori pengabdi lingkungan diberikan kepada Meilinda Suriani Harefa dari Medan Sumatra Utara. Juga kepada Hanif Wicaksono dari Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan, dan Baso dari Jeneponto Sulawesi Selatan.

Sedangkan ketegori penyelamat lingkungan dimenangkan Kelompok Masyarakat Dayak, Iban Menua Sungai Utik dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Juga Kelompok Pengelola Hutan Adat, Depati Kara Jayo Tuo Desa Rantau Kermas dari Meranti Jambi. Lalu Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari dari Badung Bali. (Irsye)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.54