kumparan
KONTEN PUBLISHER
5 Desember 2018 14:36

Tim Evakuasi Korban Nduga Baku Tembak dengan KKB Selama 2 Jam

Pasukan TNI dalam tim evakuasi para korban pembantaian KKB di Nduga. (Foto dok Pendam XVII Cenderawasih)
ADVERTISEMENT
Jayapura, BUMIPAPUA.CO – Pasukan gabungan TNI-Polri hingga saat ini masih bergerak ke Distrik Yigi, guna mengevakuasi 19 korban dari PT Istaka Karya yang dinyatakan tewas dalam kasus pembantaian kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Minggu pagi (2/12).
Dalam perjalanan ke lokasi para korban, telah terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan KKB di antara Distrik Mbua dan Distrik Yall. “Dalam kejadian ini, satu aparat terkena luka tembak pada bagian lengannya,” kata Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Binsar Sianipar kepada BumiPapua.com di Wamena, Rabu (5/12).
Menurut Binsar, lokasi baku tembak antara aparat dengan KKB terjadi di bukit. Sebab saat ini aparat keamanan tengah menuju ke Distrik Yall, lokasi dugaan pembunuhan 19 pekerja PT Istaka Karya.
ADVERTISEMENT
“Kontak tembak sejak dua jam lalu. Pagi tadi kami sudah menguasai bukit yang dimaksud, tapi justru KKB menguasai bukit yang berada di sebelahnya dan KKSB terus memberikan tembakan ke arah anggota kami,” jelas Binsar menggambarkan kondisi yang kini dihadapi tim evakuasi korban pembantaian KKB di Nduga.
Binsar mengatakan, jumlah senjata api yang dimiliki KKB di lokasi kejadian diperkirakan ada 20 pucuk. “Dalam menjalankan aksinya, mereka memang sering berpindah dan menguasai medan yang sulit. Sudah direncanakan dan titik pembunuhan direncanakan aparat masuk ke sana dengan hati-hati hindari korban, terutama dari aparat,” jelasnya.
Sementara itu, Waka Pendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, mengatakan faktor keamanan dan kondisi alam menjadi pertimbangan khusus. “Daerah KKB itu belum bisa kami kuasai sepenuhnya. Sebab KKB yang ada di sana lebih unggul dalam menguasai medan. Jumlah KKB diperkirakan ada 40 hingga 50-an orang," katanya, Rabu (5/12). (Stefanus/Liza)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan