Pencarian populer

Tokoh Muslim di Papua Tolak Ajakan People Power

Ketua Pengurus wilayah Nahdatul Ulama Papua, Toni Wanggai

Jayapura BUMIPAPUA.COM- Tokoh agama di Papua, ramai-ramai meminta jemaahnya menolak ajakan people power dan tetap menjaga situasi kamtibmas di tanah Papua tetap aman dan kondusif.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Papua, Toni Wanggai mengajak umat muslim khusunya di Papua menolak gerakan people power yang diwacanakan oleh elit politik tertentu.

“Kita jangan terprovokasi, karena akan memecah persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara, serta mencoreng demokrasi yang telah dibangun aman dan bermartabat,” kata Toni, Senin (20/5).

Toni bahkan meminta warga Papua tetap menjaga persaudaraan, kerukunan serta ukuah kita sesama umat Islam, umat beragama dan sesama anak bangsa.

“Kita semua harus menjaga persaudaraan dalam bulan suci Ramadan dan menyambut datangnya Hari Raya Lebaran, serta menyambut presiden terpilih yang akan membawa masyarakat Indonesia lebih sejahtera,” ujarnya.

Ketua DPW Hidayatullah Papua, Muallimin Amin menyebutkan gerakan people power jelas mencoreng demokrasi yang telah dibangun, termasuk di Papua.

“Kita telah canangkan tanah Papua adalah tanah yang penuh damai, penuh keberkahan apalagi di bulan suci Ramadan. Kita mengharapkan keberkahan dari Allah SWT, maka itu marilah kita menjaga dan pelihara keutuhan antar sesama umat beragama, terkhusus di Papua,” katanya.

Ketua MUI Papua, KH. Syaful Islam Al-Fayage

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Papua, KH. Syaful Islam Al-Fayage menyebutkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dari Sabang sampai Merauke dan dari berbagai macam agama, budaya, adat istiadat.

“Atas nama MUI, marilah kita menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Jangan sampai terpecah belah diantara kita, menjaga kerukunan antara sesama anak bangsa dari Sabang sampai Merauke,” ucapnya.

Ketua MUI Papua meminta masyarakat di Papua menolak gerakan people power, karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta mencoreng demokrasi di Indonesia.

“Keamanan dan ketertiban adalah diatas segalanya. Jika bangsa kita aman, tanah Papua aman, maka Insya Allah kita melakukan aktifitas yang aman dan nyaman,” katanya.

Untuk itu, Al-Fayage minta semua pihak menahan diri dan hasil pleno rekapitulasi diserahkan sepenuhnya kepada pihak penyelenggara pemilu, serta aparat keamanan dalam mengawal setiap tahapan, sehingga dapat berjalan aman dan lancar,” jelasnya. (Katharina)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35