kumparan
KONTEN PUBLISHER
7 Februari 2020 14:53

Wamen PUPR Wetipo Minta Semua Pihak Bantu Proses Pemulihan Kota Wamena

Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo saat kunjungi bangunan bekas rusuh Wamena-Foto Stefanus.jpg
Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat kunjungi bangunan bekas rusuh Wamena. (Foto Stefanus)
Wamena, BUMIPAPUA.COM – Usai meninjau langsung proses pemulihan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada Jumat (7/2) dan mendengar laporan mengenai kendala di lapangan, Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo meminta semua pihak untuk saling membantu agar proses pemulihan Kota Wamena bisa berlangsung cepat.
ADVERTISEMENT
Sebab salah satu masalah yang didapat dalam kunjungannya saat meninjau beberapa titik pembangunan yang sebelumnya hangus terbakar saat kerusuhan pada 23 September 2019 lalu, adalah penampungan puing-puing pasca kerusuhan yang hingga kini belum dapat tertangani.
“Tak mungkin ada puing, lalu masukan bahan bangunan. Kami harapkan ini cepat selesai. Tadi kami minta bantuan teman-teman Gapensi untuk mencari lokasi guna menampung puing-puing kendaraan dan bangunan akibat rusuh kemarin," kata Wetipo dalam rilisnya yang dikirim ke media, Jumat (7/2).
Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo saat melihat langsung proses pembangunan bangunan yang rusak akibat rusuh Wamena-Stefanus.jpg
Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat melihat langsung proses pembangunan bangunan yang rusak akibat rusuh Wamena. (Foto Stefanus)
Wetipo yang didampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Cornelis Sagrim dan Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Papua (Jayawijaya) Togap Hariyanto Manik, meninjau langsung beberapa titik pembangunan yang sebelumnya hangus terbakar saat kerusuhan di Kota Wamena.
ADVERTISEMENT
Rombongan Wamen Wetipo ini mengunjungi Pasar Wouma, pertokoan di Jalan Hom-hom dan Jalan Pikhe, serta Kampus STISIP Yapis di Kota Wamena. Di beberapa daerah inilah sedang dilakukan pembangunan ulang terhadap bangunan-bangunan rusak dan terbakar, yang baru berjalan selama 2 minggu. Pembangunannya dikerjakan para pengusaha lokal setempat.
Selain itu, Wetipo juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya untuk membantu mencarikan solusi agar proses pembangunan bisa dikerjakan. "Saya berharap dukungan dari pemerintah daerah, mari kita bersinergi karena kita mau pulihkan ekonomi secara bersama-sama, supaya kita kembalikan Kota Wamena seperti dulu," jelasnya.
Sedangkan mengenai masalah permodalan yang menjadi kendala para pengusaha lokal, Wetipo mengaku masih mencarikan solusi terbaik untuk mereka. Tapi kata Wetipo, para pengusaha lokal ini telah dimudahkan untuk mendapat bahan bangunan. Hanya saja dia menilai ada hal lain yang memerlukan biaya, sehingga para pengusaha lokal kesulitan untuk memulai pekerjaan.
Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo saat mendengar laporan dari para pengusaha lokal di Wamena-Foto IST.jpg
Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat bertatap muka dengan para pengusaha lokal yang membangun kembali bangunan rusak akibat rusuh Wamena. (Foto IST)
"Pembangunan 403 ruko ini kan dibagi dalam 4 kontrak besar. Nah kami sudah sampaikan 4 kontrak besar ini memfasilitasi pengusaha lokal untuk mendapat bahan bangunan. Bahannya itu disiapkan oleh beberapa pihak tanpa mereka bayar dulu bisa ambil, nanti setelah dananya cair baru mereka bayar bahan bangunannya. Mungkin yang mereka keluhkan adalah terkait dengan bahan lokal seperti pasir, batu, mungkin begitu," tutur Wetipo.
ADVERTISEMENT
Sedangkan untuk proses pembangunan, Wetipo menyebut dari 403 ruko yang akan dibangun ulang, sudah 10 unit yang selesai dibangun. Pola pembayaran yang diterapkan untuk pembangunan ruko dilakukan secara bertahap setiap 10 ruko selesai dibangun. "10 Ruko selesai lalu bayar. Ini agar tak bertumpuk dan mengurangi beban teman-teman," katanya.
Sementara untuk rumah, dari 190 unit yang akan dibangun ulang, hingga kini sudah 20 rumah yang selesai dibangun. Pengerjaan itu dilakukan oleh TNI. "Sudah 20 rumah yang jadi dari total 190 yang akan dibangun, mudah-mudahan dalam kurun waktu 10 bulan penugasan ini bisa tuntas 100 persen," jelas Wetipo.
Sekadar diketahui, kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya terjadi pada 23 September 2019. Dalam kejadian itu, massa yang terprovokasi isu rasisme melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap bangunan, serta kendaraan bermotor. Korban jiwa atas kerusuhan itu mencapai 32 jiwa dan puluhan orang luka-luka.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan