News
·
2 Agustus 2021 18:17
·
waktu baca 2 menit

Warga Korban Tembak di Nimboran Jayapura Jalani Perawatan

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Warga Korban Tembak di Nimboran Jayapura Jalani Perawatan (972794)
searchPerbesar
Seorang warga korban tembak di Nimboran, saat ini jalani perawatan di Rumah Sakit Abepura, Kota Jayapura. (Dok istimewa)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan pelaku pemalangan di Nimboran yang terkena luka tembak pada bagian kepala, saat ini masih dirawat di rumah sakit Kotaraja Jayapura.
ADVERTISEMENT
“Ada isu sebelumnya yang yang tertembak di Nimboran meninggal dunia. Kami pastikan saat ini korban masih dalam perawatan di rumah sakit,” jelas Kamal, Senin sore (2/8).
Kamal menyebutkan imbas dari kejadian itu, Polsek Nimboran dibakar sekelompok warga pada pukul 13.00 WIT, diawali terjadinya pemalangan, lalu anggota di polsek mendapatkan laporan dari warga adanya pemalangan. Kemudian petugas piket jaga Polsek Nimboran melaporkan kejadian tersebut ke kapolsek, lalu personel mendatangi lokasi kejadian.
Pukul 11.00 WIT, sejumlah personel berada di lokasi pemalangan dan melakukan komunikasi dengan pelaku pemalang. Pelaku pemalangan tak berkenan dibawa ke polsek dan melakukan perlawanan dengan membawa linggis.
“Pelaku pemalangan membawa linggis dan melawan petugas. Personel memberikan tembakan peringatan pertama ke atas. Lalu diberikan tembakan peringatan kedua, karena pelaku pemalangan tak peduli. Ternyata tembakan ke bawah mengenai kepala bagian atas dan ada luka di bagian kepala,” jelas Kamal, Senin (2/8).
ADVERTISEMENT
Peristiwa tersebut lantas memancing keluarga korban yang marah dan mendatangi polsek dengan menggunakan sepeda motor sekitar 10-an sepeda motor.
“Kelompok warga ini langsung melakukan perusakan dan pembakaran polsek. Tak lama kemudian datang lagi satu truk, sekitar 10 orang yang ikut melakukan perusakan dengan masyarakat yang ada di lokasl kejadian,” Kamal menambahkan.
Kamal menyesalkan pembakaran Polsek Nimboran yang dipicu masalah pemalangan dan pelaku dipengaruhi minuman keras.
“Kami harapkan peristiwa tak terjadi lagi, karena berisiko keresahan warga. Lebih baik, jika ada kejadian seperti ini, dikomunikasikan terlebih dahulu dengan kepolisian setempat, tokoh adat, masyarakat, agar kejadian tak merugikan semua pihak,” kata Kamal.