Konten dari Pengguna

Cabaca.id Gelar Forum Diskusi untuk Tingkatkan Minat Baca di Indonesia

Cabaca Aplikasi

Cabaca Aplikasi

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cabaca Aplikasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hasil penelitian dari Central Connecticut State University (CCSU) tahun 2016 menyebutkan bahwa Indonesia ada di peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Meskipun hasil penelitian tersebut bukan satu-satunya tolok ukur terhadap minat baca, namun kita harus merasa gelisah sehingga kita bisa sama-sama mengkaji ulang hasil penelitian dengan terus meningkatkan minat baca di Indonesia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Cabaca.id mengundang komunitas-komunitas pencinta buku yang ada di Yogyakarta untuk mengikuti Talkshow dan Mini Focused Group Discussion pada Minggu (13/10/2019). Tema yang diusung adalah “Unlocking the Internet Power to Maximize Literation Value” dengan tujuan untuk bisa sama-sama mencari solusi atas mencuatnya dugaan rendahnya minat baca di Indonesia.

perkenalan Cabaca kepada komunitas baca di Yogyakarta

Acara tersebut dibuka dengan perkenalan tentang Cabaca, bagaimana platform membaca online ini memanfaatkan kekuatan dari internet di era digital ini untuk bisa meningkatkan minat baca millenials di Indonesia.

Co-Founder Cabaca.id memaparkan materi tentang pengaruh era digital untuk kehidupan kita pada umumnya dan dunia literasi pada khususnya, serta bagaimana Cabaca memanfaatkan era digital sebagai sarana untuk membangun minat membaca. Fatimah Azzahrah mengungkapkan, “Sebenarnya parameter yang digunakan lembaga survei terhadap minat baca di Indonesia, itu belum menyeluruh. Karena parameter yang digunakan hanya dari kunjungan ke perpustakaan, surat kabar, pendidikan, dan ketersediaan komputer. Padahal, di era digital seperti sekarang ini, kita bisa membaca di mana pun dengan menggunakan gadget yang kita punya. Toh, kita sambil menunggu sesuatu pun bisa sambil membaca, gak perlu datang dulu ke perpustakaan,” ungkapnya dalam talkshow yang diadakan di Loop Station, Yogyakarta.

Selain sharing soal konten digital, peserta juga mendapat bocoran fitur terbaru Cabaca

Peserta menyetujui akan pemaparan bahwa semua orang bisa membaca kapan pun dan di mana pun karena bacaan bisa diakses dari gadget. Acara kemudian dilanjutkan dengan mini Focused Group Discussion yang melibatkan seluruh peserta yang notabene berasal dari berbagai kalangan, namun sama-sama pencinta buku.

Mini FGD membahas seputar dampak dari perkembangan internet dalam dunia literasi, yang mana telah disepakati bahwa dampak positifnya jauh lebih besar dibandingkan dengan dampak negatif, seperti lebih mudahnya mendapat informasi seputar buku best seller, lebih mudahnya berkomunikasi dengan penulis favorit, sampai berita seputar dunia literasi.

Meskipun begitu, peserta sepakat bahwa masyarakat masih butuh pengawasan agar orang yang mencari informasi atau berita melalui internet, bisa mendapatkan sumber yang valid dan tidak termakan berita hoax. Kita, selaku orang yang memiliki kegemaran membaca, bisa mengajarkan untuk mencari informasi valid kepada keluarga dan teman dekat terlebih dahulu. Dimulai dari sana, kebiasaan baca bisa terbangun.

Cara lain yang bisa dilakukan juga bisa memberikan pancingan kepada orang yang tidak suka membaca dengan menciptakan bentuk lain seperti film pendek dan podcast berdasarkan sebuah buku. Isinya bisa menunjukkan jalan cerita tokoh di buku tersebut dan dikemas secara menarik, tapi tidak sampai klimaks. Hal tersebut bertujuan agar penonton atau pendengar penasaran dan membaca cerita lengkapnya secara langsung pada buku yang dipaparkan.

Untuk merealisasikan langkah tersebut, butuh kerja sama berbagai pihak seperti komunitas, instansi, dan industri yang terkait serta pribadi kita masing-masing terhadap lingkungan sekitar.

Beberapa komunitas yang bergabung di antaranya bookish_indonesia, klubbuku_yogya, minokatakata, dan sebagainya.

Acara talkshow dan diskusi tersebut merupakan langkah nyata dari Cabaca selaku salah satu platform membaca online asli Indonesia. Peran dari beberapa komunitas yang dianggap paling erat kaitannya dengan dunia literasi, sangat terasa untuk sama-sama bisa membangun kebiasan membaca di lingkungan sekitar. Kemudian, Cabaca juga sudah memberikan akses baca yang murah dan bisa diakses oleh semua orang, karena aplikasi sudah bisa diunduh dari gadget.