Konten dari Pengguna
Menjaga Bumi, Menjaga Hidup: Perubahan iklim dan SDG 13
6 November 2025 16:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Menjaga Bumi, Menjaga Hidup: Perubahan iklim dan SDG 13
Perubahan iklim adalah realitas sekarang, ditandai banyaknya bencana alam, hal ini mengancam pangan dan kesehatan, solusinya: dukung SDG 13, menekan emisi, hemat energi, dan mengurangi sampah plastikCahya Irfan Maulana
Tulisan dari Cahya Irfan Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Perubahan iklim telah menjadi realitas saat ini dan bukan lagi ancaman di masa depan, musim hujan tak menentu, suhu udara makin panas, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan semakin sering terjadi. Semua ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDG) nomor 13: Penanganan Perubahan Iklim.
ADVERTISEMENT
Mengapa penting? karena tanpa aksi nyata menghadapi perubahan iklim, target pembangunan lain seperti pangan, kesehatan, hingga pendidikan akan terganggu juga. Menurut laporan PBB tahun 2024, suhu rata-rata global sudah meningkat sangat banyak dibandingkan era pra-industri. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa 90% bencana pada tahun 2023 adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Perubahan iklim bukan sekedar teori, tapi sudah nyata mengancam kehidupan sehari-hari kita.
Perubahan iklim mempengaruhi sektor pangan dan kesehatan. Food and Agriculture Organization (FAO) memperingatkan bahwa produk pangan global bisa turun hingga 30% pada 2050 jika suhu terus menerus naik. Petani kecil merupakan salah satu golongan paling rentan karena gagal panen akibat cuaca ekstrem. Selain itu Kementerian Kesehatan RI mencatat peningkatan kasus penyakit berbasis iklim seperti demam berdarah dan diare, menjadi lebih mudah menyebar saat suhu dan curah hujan tidak stabil
ADVERTISEMENT
Meski tantangannya cukup besar, namun tetap ada solusi untuk mengatasi hal ini, menurut International Energy Agency (IEA) jika setiap negara serius mengurangi emisi karbon, kenaikan suhu global bisa ditekan di bawah 2°c. Langkah sederhana pada level individu dapat kita lakukan di rumah masing-masing, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, beralih ke transportasi ramah lingkungan, serta menghemat listrik dapat memberikan dampak yang signifikan. Langkah yang lebih besar juga dapat kita dukung pada level komunitas, hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti gerakan menanam pohon, mengelola bank sampah, dan mendukung energi terbarukan.
Perubahan iklim adalah tantangan global yang dampaknya dapat kita rasakan di rumah sendiri. SDG 13 mengingatkan kita bahwa menjaga bumi artinya menjaga hidup, kita tidak bisa hanya menunggu pemerintah atau lembaga besar saja, karena setiap individu bisa memulai perannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
Mari kita mulai perubahan ini dari hal kecil, matikan lampu saat tidak digunakan, kurangi sampah plastik, dukung produk ramah lingkungan. Jika jutaan orang melakukan langkah sederhana ini dampaknya akan luar biasa. Bumi adalah rumah kita bersama, mari kita rawat agar generasi mendatang masih bisa menikmati privilege udara segar, air bersih, dan pangan yang cukup. Dampak terburuk perubahan iklim bisa kita cegah asal kita mau bergerak bersama.

