kumparan
search-gray
Entertainment8 Agustus 2017 16:31

Dian Sastrowardoyo Lestarikan Kain Tenun Sumba Timur Lewat Pameran

Konten Redaksi kumparan
Dian Sastrowardoyo Lestarikan Kain Tenun Sumba Timur Lewat Pameran (807993)
Dian Sastro (Foto: Instagram @therealdisastr)
Aktris papan atas Dian Sastrowardoyo menyelenggarakan pameran foto, video, dan instalasi kain tenun tradisional Sumba Timur. Acara tersebut bertajuk 'Lukamba Nduma Luri - benang yang memberi ruh, kain yang memberi hidup'.
ADVERTISEMENT
Dian ingin mengingatkan masyarakat akan keindahan Sumba Timur sebagai salah satu destinasi wisata nusantara yang apik.
"Mestinya objek wisata enggak cuma itu-itu aja. Banyak banget tempat lain yang enggak mainstream yang perlu kita angkat dan sorot. Sumba adalah salah satunya," ujar Dian saat jumpa pers di Plaza Indonesia, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/8).
Tidak hanya menjadi destinasi wisata saja, Sumba juga kaya akan budaya, keindahan alam, dan tentu kain tenunnya. Melalui acara ini, aktris berusia 35 tahun ini pun mendukung komunitas penenun lokal Sumba Timur.
Dian berharap masyarakat modern, terutama yang hidup di perkotaan, bisa lebih mengapresiasi kain tenun Sumba. Apalagi, untuk dapat membuat satu kepala atau setara 4-5 kain saja bisa membutuhkan waktu enam bulan hingga tiga tahun lamanya.
ADVERTISEMENT
"Lewat acara ini, bertujuan untuk bisa membuat kain tenun Sumba, untuk bisa diapresiasi masyarakat modern dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Beberapa waktu ini saya suka share di sosmed bagaimana caranya pakai kain tenun Sumba jadi busana keseharian," katanya.
Dian Sastrowardoyo Lestarikan Kain Tenun Sumba Timur Lewat Pameran (807994)
Dian Sastrowardoyo di Plaza Indonesia (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)
Dalam pameran yang digelar di Plaza Indonesia sejak tanggal 6 Agustus sapai 31 Agustus nanti, pemain film 'Kartini' ini juga melakukan penggalangan dana melalui penjualan kain tenun koleksi Kelompok Penenun Lukamba Nduma Luri di Sumba Timur.
Nantinya, keuntungan penjualan kain tersebut akan digunakan untuk pengadaan akses air bersih di Warinding dan merenovasi rumah adat Prainatang di Sumba Timur.
"Penggalangan dana ini punya kebutuhan yang belum terpenuhi di sana, salah satunya air. Untuk akses air air bersih itu jauh sekali dan kita pengin membantu kesejahteraan mereka. Sementara, orang Jakarta punya dananya dan kenapa nggak kita mengembalikan kepada mereka untuk akses air bersih," tutur Dian.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white