• 3

Pesan Nanda untuk Rara Banda Neira

Pesan Nanda untuk Rara Banda Neira



Banda Neira

Banda Neira berpisah (Foto: http://dibandaneira.tumblr.com/)
Jumat (23/12) menjadi hari yang pilu bagi penikmat band Banda Neira. Kepergian mereka mewarnai musik Indonesia melukai banyak hati. Tapi apa boleh buat, keputusan mereka bulat. Nasi sudah menjadi bubur.
Tidak ada lagi musik nelangsa-riang campur folk ditampilkan live oleh Ananda Badudu dan Rara Sekar. Yang tersisa hanyalah musikalisasi puisi mereka serta lagu-lagu yang membisik menggelitik telinga penikmatnya.
Banda Neira bubar. Rara ke Selandia baru untuk meneruskan pendidikan, sementara Nanda belum memutuskan rencana ke depan di bidang musik. Musisi yang juga penulis ini tak terpikir untuk memulai proyek solo.
“Jadi, kalaupun ada proyek musik, rasa-rasanya, sepertinya akan jadi orang di belakang layar aja. Aku gak punya mentalitas untuk jadi solois. Solois kan menanggung semua kegrogian sendiri kan, terus menanggung semua perhatian sendiri itu terlalu berat dan gak mampu deh,” begitu cerita Nanda yang memetik instrumen gitar untuk Banda Neira.
Respons penggemar Banda Neira di media sosial terasa emosional. Tagar #TerimaKasihBandaNeira sempat menjadi trending topic di Twitter. Hujan komentar membanjiri Instagram akun Banda Neira, Nanda, dan Rara, bahkan di Facebook pun tidak kalah banyak yang mengucapkan kata perpisahan serta kesan terhadap musik mereka.

Banda Neira

Debut perdana Banda Neira (Foto: Rizki Octora)

Banda Neira

Perjalanan karier Banda Neira (Foto: Rizki Octora)

Banda Neira

Asal muasal nama Banda Neira (Foto: Rizki Octora)

Banda Neira

Banda Neira resmi mengundurkan diri (Foto: Rizki Octora)
Rasa sendu juga masih dirasakan pelantun ‘Pelukis Langit’. Ia tercengang melihat respons penikmat Banda Neira yang menyambut berita perpisahan mereka.
Sempat terpikir bahwa bubarnya Banda Neira adalah keputusan yang tidak bertanggung jawab kepada penggemar. “Gimana musisi enggak bertanggung jawab, ngeluarin album terus vakum, sekarang malah bilang bubar. Sebenarnya kalau mereka (penggemar) mau marah-marah itu pantas banget karena konon musisi punya tanggung jawab bukan hanya berkarya tapi untuk melanjutkan karyanya. Tapi di sosmed itu pada baik ya, kayak bisa memahami walaupun di penjelasan kita enggak menjelaskan seutuhnya,” jelas pria lulusan Universitas Katolik Parahyangan itu.
Album ‘Berjalan Lebih Jauh’ dan ‘Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti’ kini hanya menjadi peninggalan sejarah musik Banda Neira selama 4 tahun. #TerimaKasihBandaNeira

Ya walaupun yang patah tumbuh, yang hilang berganti, kita tetap harus berjalan lebih jauh.

- Ananda Badudu kepada Rara Sekar



Nanda 'Banda Neira' (bukan Cover)

Nanda 'Banda Neira' di Kumparan (Foto: Ananda Wardhiati Teresia/kumparan)


HiburanMusikMusisiBanda Neira

500

Baca Lainnya