News
·
9 Mei 2021 16:06

Masjid Al-Mansouri, Ketika Arsitektur Islam dan Kristen Berpadu

Konten ini diproduksi oleh Cerita Santri
Di ibu Kota Lebanon terdapat sebuah masjid yang unik karena sejarahnya. Masjid tersebut berdiri di atas reruntuhan Gereja Salib St. Mary. Masjid ini bernama Masjid Al-Mansouri.
ADVERTISEMENT
Masjid bergaya tradisional ini menjadi saksi bersatunya arsitektur Islam dan Kristen. Ornamen-ornamennya masih menyisakan ukiran khas gereja. Selain itu, tempat wudu yang berada di tengah-tengah juga menarik perhatian dengan pilar-pilar besar yang berdiri kokoh menopang bangunan itu. Keunikan dari sejarah masjid ini akan kita saksikan bersama salah satu Alumni Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an di sana, Fitrah Aliftama.
Alif, sapaannya, kini sudah menuntaskan studi S1-nya di sana. Tak hanya belajar, ia juga aktif dalam kegiatan organisasi baik di kampus maupun eksternal seperti Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir. Hafizh Qur’an ini juga punya pengalaman berharga kala menjadi imam di kapal perang pasukan keamanan PBB asal Indonesia.
Namun, pengalaman itu tidak dia dapat begitu saja. Meski berada di Timur Tengah, populasi muslim di sana tidak sebanyak di negara-negara Timur Tengah lain sehingga Alif juga harus pintar memilih makanan dan menemukan tempat ibadah. Dan pengalaman menarik Alif di sana akan dirangkum dengan keseruan menjelajahi salah satu masjid paling bersejarah di Lebanon yang punya akses langsung ke pasar tradisional masyarakat setempat ini.
ADVERTISEMENT
Alif akan mengajak kita melihat keunikan lain dari negara Lebanon yaitu tradisi khasnya kala memasuki Bulan Ramadhan. Kita akan menyaksikan tradisi masyarakat menghias kota dengan bendera dan lampion. Yang paling fenomenal, di Masjid Al-Mansuri Lebanon ini, dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan, akan memamerkan salah satu koleksinya yakni janggut Rasulullah SAW yang tersimpan rapi di salah satu ruangan masjid.
*Selama bulan Ramadhan, Alumni Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, bekerja sama dengan kumparan, akan mengajak kita berkeliling ke sejumlah destinasi yang menjadi pilar peradaban Islam.