Mom1 Agustus 2018 9:03

Ibu Bekerja Juga Dapat Memberikan ASI Eksklusif. Baca Tips Lengkapnya di Sini

Konten kiriman user
Nama saya Eka, seorang ibu dengan satu orang anak balita yang lagi lucu-lucunya. Sedari awal, saya dan suami berkomitmen untuk memberikan ASI Eksklusif buat anak kami. Jadi, saya pun melakukan beberapa persiapan agar saat kembali bekerja dapat memiliki cadangan ASI Perah (biasa disingkat ASIP) yang cukup.
Ibu Bekerja Juga Dapat Memberikan ASI Eksklusif. Baca Tips Lengkapnya di Sini (1077113)
(Foto: Ibu Bekerja Tetap Dapat Memberikan ASI Ekskusif/Eka Situmorang-Sir)
ADVERTISEMENT
Ada 2 metode memerah ASI yang bisa digunakan yaitu memerah dengan tangan atau menggunakan pompa khusus. Saya menggunakan pompa khusus karena tidak bisa menguasai teknik memerah ASIP dengan tangan walaupun sudah kursus ke bidan segala. Yah, memang nasibnya bergantung pada alat, kali ya. Hehehe. Anw, sebelum masuk ke dalam tips memompa ASI, ada beberapa peralatan yang perlu disiapkan terlebih dahulu agar proses breastpumping ini sukses.
Peralatan Esensial untuk Memompa ASI:
  • Pilih Pompa ASI yang nyaman. Kata nyaman ini memang sangat subyektif, jadi saran saya coba-coba beberapa pompa ASI terlebih dahulu gpp. Boleh pinjam teman atau bisa juga sewa. Toh, sekarang ini banyak yang menyewakan peralatan pompa ASI. Saya sendiri baru cocok di percobaan ke-3 pompa ASI. Yang pertama, saya mencoba Pompa ASI Manual dan ternyata melelahkan. Tangan saya pegel dan kesemutan. Hahaha. Yang kedua saya mencoba Pompa ASI Elektrik satu corong namun ternyata sangat memakan waktu karena mesti bergantian memompa payudara kiri dan kanan. Akhirnya cocok di percobaan ketiga dengan Pompa ASI Elektrik 2 corong: efektif, efisien dan saya bisa rileks membaca buku atau nonton TV saat memompa. Tapi tentunya ini beda-beda tergantung kondisi masing-masing ibu ya.
  • Botol ASIP, gunakan yang food grade. Hindari menggunakan botol bekas infus karena walau jauh lebih murah dan sudah disterilkan tetap tidak menjamin higenietasnya.
  • Cooler Bag dan blue ice khusus untuk menyimpan ASIP selama di kantor dan dalam perjalanan pulang ke rumah.
  • Apron menyusui agar proses memompa ASI di kantor atau di luar rumah nyaman.
  • Stiker kecil untuk menuliskan info tanggal dan jam ASIP dipompa. Hal ini penting karena prinsip dasar pemberian ASIP kepada bayi adalah first produced, first served. Mengingat ASIP juga dapat basi dan kadaluarsa maka sangat baik jika bisa merotasi pemberian ASIP dengan jadwal yang benar. Nggak mau kan, ada ASIP mesti dibuang karena kadaluarsa dan nggak bisa diminum lagi?
ADVERTISEMENT
Tips Memompa ASI:
  • Buat jadwal atau rutinitas yang tetap untuk memompa. Sudah paham kan bahwa produksi ASI itu dipengaruhi oleh supply and demand? Jadi, semakin sering menyusui/memompa maka produksi ASI meningkat.
  • Memompa ASI di ruangan yang higienis, jika kantor tidak memiliki Ruang Laktasi, dapat menggunakan ruang rapat atau ruangan yang tidak terpakai. Hindari memompa ASI di toilet atau kamar mandi.
  • Minum banyak air putih agar tidak dehidrasi.
  • Makan makanan bergizi, khususnya yang berkalori tinggi agar produksi ASI melimpah.
  • Istirahat yang cukup, agar tubuh tetap bugar dan sehat
  • Simpan ASIP dengan benar. Jangan sampai sudah capek memompa namun ASIP nggak bisa digunakan karena salah penyimpanan. Idealnya, ASI yang diperah di kantor langsung disimpan di dalam kulkas, namun jika kantor tidak memiliki fasilitas kulkas maka bisa juga di cooler bag khusus. Jangan lupa berikan blue ice yang dapat menjaga suhu ASIP. Setelah sampai di rumah, langsung simpan ASIP di dalam kulkas khusus ASIP. Pisahkan dari daging ya.
Ibu Bekerja Juga Dapat Memberikan ASI Eksklusif. Baca Tips Lengkapnya di Sini (1077114)
(Foto: Cukupi Kebutuhan Nutrisi Ibu dengan baik saat memberikan ASI/Eka Situmorang-Sir)
ADVERTISEMENT
Kapan Saat yang Tepat untuk Memulai Memompa ASI?
Saya mulai memompa ASI di bulan kedua setelah melahirkan. Sebulan pertama saya puas-puasin nyusuin anak langsung baru setelahnya memompa ASI. Sedikit tips, saat masih cuti dan ada di rumah saya biasa memompa ASI setelah anak selesai menyusu agar ia tidak kelaparan. Dilakukan 3x sehari, pagi, siang dan malam sebelum tidur. Saya senang sekali memompa sebelum tidur karena hormon oksitosin yang membantu produksi ASI itu berlimpah saat malam jadi memompa di malam hari pun membuat perolehan ASIP juga banyak. Setelah ngantor, jadwal memompa ASI mengalami sedikit perubahan. Biasanya saya memompa ASIP 3x dalam satu hari. Pagi-pagi begitu sampai di kantor, siang hari sesudah makan biar hati senang dan perolehan ASIP berlimpah, lalu sore hari sebelum pulang. Sesudah di rumah biasanya saya tidak memompa ASI lagi karena saya memberikan kesempatan bagi anak saya memuaskan diri menyusu langsung.
ADVERTISEMENT
Bagaimana jika ASI tidak mau keluar saat dipompa?
Tenang, sepertinya hampir semua busui pernah mengalami ini. Kamu nggak sendirian kok. Waktu itu karena kecapean dan tekanan kerja di kantor saya jadi stress, padahal jika stress maka produksi ASI makin terhambat. Pada dasarnya ini seperti sebuah lingkaran yang saling terkait. Jika happy maka hormone prolactin dan oksitosin yang membantu produksi ASI akan melimpah. Jadi jika ASI tidak mau keluar, mari bikin hati senang dan gembira! Bisa dengan mendengarkan musik, baca komik lucu, atau kalau di saya makan enak dan minum susu itu ASI booster yang ampuh mengembalikan produksi ASI.
Kalau ada Moms yang mengalami hal yang sama, mungkin bisa mencoba nutrisi pendukung ASI, seperti Anmum Lacta. Rasa cokelat barunya bikin rileks, wanginya juga menenangkan. Selain itu mengandung Vitamin B kompleks yang dapat menunjang energi selama masa menyusui jadi nggak mudah lelah atau kecapean. Anmum Lacta juga dilengkapi dengan GA & DHA yang dapat membantu menutrisi pembentukan otak dan Kalsium serta zat besi yang merupakan mineral penting selama masa menyusui. Biar nggak anemia serta gigi dan tulang kita nggak keropos, Moms! Story ini berdasarkan pengalaman pribadi Ibu, konsultasikan ke dokter untuk keterangan lebih lanjut
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white