News
·
13 Mei 2020 19:20

3.933 Keluarga di Ternate Bakal Terima Bantuan Kartu Sembako

Konten ini diproduksi oleh Cermat
3.933 Keluarga di Ternate Bakal Terima Bantuan Kartu Sembako (9999)
Juru bicara Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasa Syadzily menunjukan Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Sebanyak 3.933 keluarga di Kota Ternate tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kartu Sembako. Jumlah tersebut meningkat setelah pemerintah pusat memutuskan menambah KPM menjadi 20 juta dari sebelumnya hanya 15,2 KPM.
ADVERTISEMENT
“Karena pandemi makanya ada perluasan secara nasional. Sebelumnya di Ternate ada 3,309 penerima, tapi kini ada tambahan sebanyak 624 penerima,” ungkap Muhammad Irvan Gaus, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Ternate, Rabu (13/5).
Tak hanya jumlah penerima yang mengalami kenaikkan, lanjut Irvan, nominal uang yang diberikan juga meningkat, yakni dari sebelumnya hanya Rp 150 ribu kini menjadi Rp 200 ribu per keluarga. Uang tersebut nantinya bakal ditransfer secara langsung oleh pemerintah pusat ke rekening penerima setiap bulannya.
“Biasanya tiap tanggal 10 sudah ditransfer. Uang itu nantinya bakal dipakai untuk membeli segala kebutuhan,” katanya.
Irvan menjelaskan, program sembako ini merupakan perubahan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sudah berjalan sejak Oktober 2018. Saat itu jumlah bantuan hanya sebesar Rp 110 per keluarga.
ADVERTISEMENT
Saat memasuki tahun anggaran 2020, program tersebut diubah menjadi program sembako dengan jumlah bantuan yang meningkat. Namun karena pandemi COVID-19 mulai terjadi di Indonesia, lanjut Irvan, maka pada Maret besaran bantuan kembali dinaikkan hingga Rp 200 ribu.
“Untuk yang tambahan 624 keluarga itu kita sedang lakukan pendistribusian kartu,” katanya.
Kartu yang digunakan pun masih sama dengan program BPNT, yakni mengunakan Kartu Keluarga Sejahtera. Adapun kriteria penerima bantuan ini adalah mereka yang berpendapatan 40 persen terendah.
Ia bilang, jika sebelumnya besaran uang yang diberikan hanya bisa membeli beras dan telur, maka penambahan nominal uang itu dimaksudkan agar keluarga penerima manfaat dapat membeli 4 sumber kebutuhan makanan manusia, yang terdiri dari karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan sayuran.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, jika selama 105 hari uang tersebut tidak dicairkan, maka secara otomatis rekening penerima akan diblokir karena dianggap tidak layak menerima bantuan. “Sebab kalau benar layak pasti uang itu langsung dicairkan, karena mereka butuh,” tandas Irvan.