Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Ada Gorango di Landmark Ternate

Tamu undangan Launching Festival Morotai berfoto dengan maskot GOMO atau Gorango Morotai. Foto: Rizal Syam/cermat

Acara Launching Festival Morotai yang berlokasi di Landmark Kota Ternate, Sabtu (13/7) malam berjalan lancar. Namun ada satu hal yang menyita perhatian masyarakat, yakni kehadiran Gorango.

Gorango adalah sebutan lokal untuk ikan hiu. Dalam gelaran festival Morotai yang bakal diadakan pada 2 – 8 Agustus 2019 nanti, gorango didapuk sebagai maskot resmi.

Benny Laos, Bupati Morotai dalam sambutannya menjelaskan alasan Gorango dipilih sebagai maskot.

“Sebab gorango adalah raja laut. Ia identik dengan keanekaragaman yang dimiliki oleh kabupaten Morotai,” ucap Benny.

Nama resmi maskot tersebut adalah GOMO, singkatan dari Gorango Morotai.

Tarian cakalele yang ditampikan di acara Launching Festival Morotai. Foto: Rizal Syam/cermat

Terkait Gorango (Hiu), data dari WWF Indonesia mengatakan ada 118 jenis hiu yang ditemukan di Indonesia. Namun ironisnya, sepertiga dari angka tersebut masuk dalam kategori terancam punah.

Hal itu disebabkan tingginya permintaan terhadap hiu di pasaran, sehingga berdampak pada menurunnya populasi hiu atau gorango. Pada tahun 2014 hingga 2016, misalnya, WWF menemukan ada beberapa restoran di Jakarta yang menghidangkan sirip hiu hingga 12.622 kg dalam kurun waktu satu tahun.

WWF juga mencatat, ada lebih dari 100 juta ekor hiu yang terbantai setiap tahunnya. Dengan dijadikannya gorango atau hiu sebagai maskot, diharapkan bakal menjadi wadah kampanye bagi penyelamatan spesis tersebut.

Di kabupaten Morotai sendiri terdapat sebuah destinasi wisata bernama Tanjung Gorango. Dilansir dari laman resmi pemkab Morotai, Tanjung Gorango terletak di antara Gorua dan Korago, Morotai Utara. Hamparan pasir putih menyapa setiap wisatawan yang bertandang ke sana.

Peresmian Festival Morotai oleh Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, beserta tamu undangan. Foto: Rizal Syam/ Cermat

Terkait gelaran Festival Morotai, perwakilan menteri pariwisata sekaligus anggota tim calendar of event, Aris Suhendro mengatakan, Morotai masuk dalam 100 calender of event. Aris juga membeberkan bahwa gelaran Festival Morotai adalah yang pertama dalam agenda nasional tersebut.

Sementara Benny Laos mengatakan, menurut Perpres tentang 10 Bali baru, Morotai masuk di dalamnya.

Di Festival Morotai nanti ada berbagai agenda yang bakal disajikan, di antaranya baris kreasi goyang Morotai, Fun Dive, gita bahari, dan lomba mancing.

Adapun tema yang digunakan dalam gelaran Festival Morotai ini adalah Land of Stories. Benny Laos menjelaskan bahwa tema tersebut berangkat dari tiga hal.

“Yang pertama tentang makna sejarah, di mana Morotai adalah basis perang Asia Pasifik. Kedua, Cerita tentang Morotai yang kaya. Yang ketiga, di Morotai terdapat berbagai kebudayaan dari seluruh Indonesia,” jelas Benny.

Launching tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba. Hadir pula berbagai jajaran Forkopimda Maluku Utara dan kabupaten Morotai. Serta dimeriahkan oleh penampilan Komika kondang, Mongol, dan juga dua penyanyi Maluku Utara yang punya nama di kancah nasional, yakni Yusuf dan Ella Noho.

---

Rizal Syam

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.64