News
·
24 Agustus 2020 19:52

BAGUS: Pasangan Petahana Tidore Tergolong Ringan

Konten ini diproduksi oleh Cermat
BAGUS: Pasangan Petahana Tidore Tergolong Ringan (87507)
Basri Salama, Calon Wali Kota Tidore Kepulauan. Foto: Istimewa
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Basri Salama dan Muhammad Guntur menilai, lawan tandingnya tidak berat-berat amat.
ADVERTISEMENT
Pasangan berakronim BAGUS ini optimistis memenangkan Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang.
Kepada cermat, Basri mengungkapkan, optimisme tersebut bukannya tanpa dasar. Usungan tiga partai besar yakni Partai Hanura, Partai Nasdem, dan Partai Amanat Nasional membuat kepercayaan diri BAGUS membumbung tinggi.
"Jadi dengan tiga pasang kandidat, saya optimisis dengan hitungan saya kemenangan itu sangat kuat ke kami. Di mana dua partai besar yakni PAN dan Nasdem cukup militan dalam kerja-kerja kemenangan, itu yang membuat saya optimistis," ungkap Basri, Senin (24/8).
Basri mengaku, usai mendapatkan dukungan dari Hanura, PAN, dan Nasdem, tim dan relawan pemenanganan sudah mulai dibentuk dan bekerja.
"Tinggal dipermantap lagi. Tentu dengan waktu 3 bulan ke depan ini kami rasa cukup untuk bisa lakukan konsolidasi," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Basri berharap, pertarungan Pilkada Tikep kali ini lebih mengedepankan perang gagasan dan perang ide untuk membangun Tikep ke depan.
"Saya juga akan berupaya untuk mengajak pendukung saya untuk sebisa mungkin menghindari opini liar, hoaks, serta perdebatan yang tidak substansial," jelasnya.
Ketua Partai Hanura Malut ini juga mengajak dan mendorong seluruh pasangan calon yang maju untuk bertarung layaknya sahabat.
"Jadi kita ingin membangun semua persahabatan ke pasangan calon, semua pendukung, itu berada dalam satu lingkungan persahabatan. Jadi anggaplah pertarungan Pilkada ini adalah pertarungan persahabatan. Agar kita tidak lebih mengedepankan kebencian, amarah apalagi cacian. Sehingga tidak mengganggu kultur atau adat se atorang," tegasnya.
Dalam Pilkada kali ini, BAGUS akan berhadapan dengan pasangan Salahudin Adrias-M. Djabir Taha (SALAMAT) dan petahana Capt. Ali Ibrahim-Muhammad Sinen (AMAN). Meski begitu, sedikit pun BAGUS tak gentar. Bahkan Basri menilai petahana termasuk lawan yang tergolong ringan.
ADVERTISEMENT
"Karena ada program-program yang menjadi visi dan misi petahana tidak pernah jalan. Begitu juga tidak pernah sinkron dengan visi argomarine itu sendiri. Itulah yang membuat kami yakin bahwa tidak sinkronnya visi dan misi petahana ini membuat ketidaksukaan masyarakat Kota Tidore," papar mantan Anggota DPD RI ini.
Basri mencontohkan, petahana berbicara soal agromarine tapi pertanian tidak pernah jalan. Begitu juga perikanan namun BUMD masih beli ikan dari luar lantaran ketiadaan coldstorage.
"Begitu juga seperti petahana panen jagung, tapi milik petani, bukan digagas pemerintah. Jadi logika tidak bisa terima. Agromarine dan implementasi kebijakan tidak ada hubungan atau berbanding terbalik. Dan itu dibuktikan dengan survei beberapa lembaga survei kredibel yang di mana masyarakat tahu tentang agromarine itu hanya 2 persen, jadi masih ada 98 persen masyarakat tidak tahu. Kenapa tidak tahu? Karena tidak ada dampak yang dirasakan masyarakat dari visi argomarine itu sendiri. Jadi itu yang membuat kami anggap petahana terlalu ringan soal konteks visi dan misi tadi," pungkas Basri.
ADVERTISEMENT