kumparan
16 Jul 2019 0:44 WIB

BPBD Halmahera Selatan Fokus Distribusi Bantuan ke Korban Gempa

Rumah ambruk di kecamatan Joronga, Halmahera Selatan. Foto: Istimewa
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Jalil Effendi, kepada cermat, mengatakan saat ini pihaknya fokus mendistribusikan seluruh bantuan ke wilayah yang terdampak gempa.
ADVERTISEMENT
"Karena sejumlah bantuan mulai berdatangan melalui jalur darat lewat Sofifi. Kalau jalur laut, kita siapkan kapal dari Babang hingga ke Gane Barat dan Timur," jelas Jalil, Senin (15/7).
Berdasarkan data yang diterima BPBD, setidaknya ada 175 desa di Halmahera Selatan merasakan guncangan gempa yang sangat kuat dengan skala intensitas 7 MMI (Modified Mercalli Intensity). Akibatnya, 28.700 jiwa terdampak.
Saat ini, Halmahera Selatan menjadi kabupaten paling terdampak gempa berkekuatan 7,2 magnitudo yang mengguncang Maluku Utara pada Minggu (14/7/).
Jalil bilang, peristiwa tersebut telah ditetapkan sebagai status siaga darurat. "Sudah ada Surat keputusan Gubernur Maluku Utara untuk 7 hari ke depan. Mulai hari ini, atau tanggal 15 sampai 21 Juli 2019," jelas Jalil.
ADVERTISEMENT
Wilayah paling parah ialah di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat. Di lokasi tersebut ada 28 unit rumah yang rusak. Kerusakan lainnya, dua jembatan di Desa Saketa roboh.
Akibat gempa ini, 4 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara, 2.000 orang mengungsi di 14 titik dan dipusatkan di kantor kepolisian, kantor Bupati Halmahera Selatan, Kantor PDAM Saketa, Kodim 1509, dan beberapa tempat lainnya.
---
Olis
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·