News
·
27 April 2021 9:59

BPBD Tidore Kepulauan Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana

Konten ini diproduksi oleh Cermat
BPBD Tidore Kepulauan Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana (179436)
Pemukulan dolo-dolo oleh Pj Sekretaris Daerah dan Kepala BPBD sebagai tanda peringatan HKB di Tidore Kepulauan. Foto: Istimewa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2021 yang jatuh pada 26 April.
ADVERTISEMENT
Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun ini menggunakan slogan “Siap untuk Selamat” serta mengusung tema “Latihan Membuat Kita Selamat dari Bencana”.
BNPB mencanangkan Hari Kesiapsiagaan Bencana untuk pertama kalinya pada tahun 2017. Pilihan tanggal 26 April untuk memperingati momen bersejarah kesadaran masyarakat Indonesia tersebut terkait ditetapkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
UU tersebut merupakan perangkat hukum yang mengubah paradigma dalam kegiatan penanggulangan bencana dari responsif menjadi preventif dan lebih mengutamakan pengurangan risiko bencana.
Melalui rilis yang diterima cermat, berdasarkan data yang masuk ke panitia saat itu sebanyak 10.500.000 orang ikut dalam kegiatan HKB. Selanjutnya pada tahun 2018, sebanyak 25.000.000 orang dari seluruh Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan HKB.
ADVERTISEMENT
Tahun 2019 sebanyak 53.000.000 orang peserta ikut berpartisipasi dalam HKB. Sedangkan pada tahun 2020-2021, masih dalam kondisi pandemi COVID-19, penekanan kegiatannya lebih pada sosialisasi percepatan penanganan pandemi COVID-19 dan penerapan protokol kesehatan.
Kepala BPBD Tidore Kepulauan, Abdurrahim Achmad kepada wartawan mengatakan, BPBD Tidore bersama seluruh pemerintah di Indonesia secara serentak menggelar peringatan HKB pada 26 April 2021.
"Tujuannya agar mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu siap waspada menghadapi bencana sebelum melakukan aktivitas,” ucapnya, Selasa (27/4).
Abdurrahim menambahkan, HKB kali ini memiliki empat pesan kunci. Yakni kenali ancaman bencana di sekitar kita, kenali risiko bencananya, ketahui tempat evakuasinya dan latihan evakuasi mandiri bersama anggota keluarga. (Samsul Hi Laijou)