News
·
24 Mei 2021 18:39

Breakwater Dermaga Hiri, Ternate, Akan Pakai Konstruksi Tetrapod

Konten ini diproduksi oleh Cermat
Breakwater Dermaga Hiri, Ternate, Akan Pakai Konstruksi Tetrapod (29980)
searchPerbesar
Ilustrasi konstruksi tetrapod. Foto: Freepik
Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Risval Tri Budiyanto, mengungkapkan pembangunan breakwater dermaga Hiri dipastikan akan menggunakan konstruksi tetrapod.
ADVERTISEMENT
“Saat dimintai penjelasan dari Pak Wali Kota, saya menyarankan agar breakwater dermaga Hiri menggunakan konstruksi yang kuat, yakni tetrapod. Alhamdulillah itu diterima Pak Wali Kota dan langsung memerintahkan Dinas PUPR untuk menghitung berapa anggaran yang bisa diterapkan," kata Risval, Senin (24/5).
Risval bilang, penggunaan tetrapod sebagai konstruksi awal akan dilakukan bertahap.
"Saya sudah usulkan, jika ada hibah berupa tetrapod dari kementerian, maka itu lebih bagus," ucapnya.
Menurut Risval, daerah pesisir di Ternate memiliki ombak yang tidak menentu, sehingga konstruksi konvensional tidak bisa menahan ombak.
Risval mengakui, nilai investasinya memang lebih mahal, tapi dari sisi umur rencana jauh lebih tinggi.
"Biaya keseluruhan konstruksi sudah pasti murah dibandingkan dengan kerja, rusak kerja lagi dan terus menerus seperti itu yang terjadi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Ia mengatakan, penggunaan batu kosong bukan lagi menggunakan konstruksi struktur. Sementara daerah pantai Sulamadaha dikenal dengan ombak yang cukup besar.
"Konstruksi batu kosong ini kan penahan ombak bagi daerah-daerah yang bukan untuk fungsi struktur, jadi ketika terjadi hempasan ombak yang sifatnya secara tiba-tiba atau diluar kekuatan ombak biasa, nah itu pasti hancur," jelasnya.
Menurutnya, dengan menggunakan tetrapod pada dermaga Hiri, itu justru bisa menahan ombak.
Sebelumnya, penggunaan tetrapod ini pernah ia sampaikan kepada AMPUH (Aliansi Masyarakat Pulau Hiri) saat melakukan pertemuan di Dinas PUPR beberapa bulan lalu. Hanya saja pada saat ia mengusulkan itu, pihak AMPUH sendiri menyebutkan konstruksi tersebut terlalu mahal sementara anggaran yang tersedia sangat terbatas.
Ia memastikan, pengerjaan penahan ombak itu bisa selesai pada tahun ini. Namun, terpenting anggaran yang disiapkan cukup termasuk di APBD-P.
ADVERTISEMENT
"Secara teknis bisa dikerjakan, tapi kita lihat keuangannya dulu, kalau anggaran untuk selanjutnya di anggaran perubahan harus pada Agustus, tapi kalau di Oktober itu tidak bisa," katanya.
"Karena ini prosesnya pengecoran mal, kan ini pra cetak baru diangkat, sehingga agak lama pada pengeringan. Untuk beton saja pengeringan butuh 21 hari, jadi ini yang agak repot. Mencetaknya banyak kemudian waktu sempit," pungkasnya.
Senada, Plt Bapelitbangda, Rizal Marsaoly, membenarkan dalam pertemuan tersebut, Wali Kota meminta Kadis PUPR, Risval Budiyanto untuk menghitung anggaran dengan kajian teknis.
Rizal mengatakan, Wali Kota berharap kualitas breakwater yang akan dibuat harus bertahan dengan jangka waktu yang lama, meski dimulai dengan anggaran yang terbatas. Sehingga nantinya akan digunakan tetrapod untuk penahan gelombang.
ADVERTISEMENT
"Pak Wali suruh hitung, nanti berapa uang yang ada ini, kemudian sisanya nanti Pak Wali Kota akan ketemu dengan Kepala BWS, untuk minta hibahkan ke Pemkot kalau nantinya mereka ada pengadaan (tetrapod)," pungkasnya.
____
Yunita Kadir
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020