kumparan
18 Sep 2019 14:31 WIB

Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi di Ternate Masuk Tahapan Pemeriksaan

Kapolsek Ternate Pulau, IPTU Mardiyono. Foto: Rajif Duchlun/cermat
Dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang pekerja ojek berinisial GN (28) terhadap mahasiswi berinisial KL, pada pekan lalu di Kecamatan Ternate Pulau, Ternate, Maluku Utara, mulai masuk tahap pemeriksaan oleh penyidik Polsek Ternate Pulau.
ADVERTISEMENT
"Hari ini (Rabu) sedang dilaksanakan pemeriksaan korban dimulai sekitar pukul 09.00 WIT tadi. Nanti minta waktu lagi, karena dia ada mata kuliah. Kalau terhenti, malam dia siap lanjutkan," ujar Kapolsek Ternate Pulau, IPTU Mardiyono, kepada awak media, di ruang kerjanya, Rabu (18/9).
Ia bilang, saat ini identitas saksi sudah dikantongi. Saksi pertama yang ketika kejadian menolong korban menggunakan sepeda motor. Sementara saksi berikut, yang pada saat hari kedua sempat melihat kejadian itu berlangsung di rumah.
Upaya percobaan pemerkosaan ini menurut keterangan pihak keluarga memang terjadi dua kali. Pertama terjadi di jalan, tepatnya malam hari, dan kejadian kedua di rumah pelaku.
"Baru korban yang diperiksa. Saksi belum karena kita keterbatasan tenaga penyidik," ucap IPTU Mardiyono.
ADVERTISEMENT
Masalah ini sendiri mendapat respons dari berbagai pihak yang menilai pihak Polsek Ternate Pulau lamban melakukan pemeriksaan.
Menanggapi itu, IPTU Mardiyono menyebut tertundanya tahapan penyidikan bukan karena tidak ditangani. Namun, banyak masalah yang harus diselesaikan juga, selain kasus dugaan pemerkosaan.
"Tapi kasus ini kami akan tindaklanjuti sampai tuntas. Apa nanti mengarah pada percobaan pemerkosaan atau nanti masuknya pencabulan. Nanti kami lihat keterangan korban dan saksi," ungkapnya.
GN sendiri sempat diamankan. Namun, proses penahanan terkendala karena belum ada surat penangkapan.
"Kendalanya kita punya waktu 1x24 jam ini untuk menetapkan sebagai tersangka, kalau kita tahan di sini juga belum ada surat penangkapan, ini juga kesalahan, jadi kemarin belum bisa ditahan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Jadi setelah ini kami panggil lagi (pelaku) setelah selesai pemeriksaan korban dan saksi," tutupnya.
---
Reporter: Rajif Duchlun
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan