News
·
24 September 2020 14:33

Foto: Kejadian Aneh Saat Pencabutan Nomor Urut di KPU Sula, Maluku Utara

Konten ini diproduksi oleh Cermat
Foto: Kejadian Aneh Saat Pencabutan Nomor Urut di KPU Sula, Maluku Utara (139590)
Calon Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus saat mengangkat nomor urut terbalik. Foto: Samsur Silia/cermat
Beberapa kejadian aneh terlihat saat proses pencabutan nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Maluku Utara, di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kamis (24/9).
ADVERTISEMENT
Insiden tersebut saat Bapaslon Fifian Adeningsi Mus dan M. Saleh Marasabessy juga Bapaslon Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-UMAR) mengambil nomor urut.
Foto: Kejadian Aneh Saat Pencabutan Nomor Urut di KPU Sula, Maluku Utara (139591)
Para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula saat pemgambilan nomor urut. Foto: Samsur Silia/cermat
Amatan cermat, salah satu kejanggalan dalam kejadian ini, saat semua paslon diminta maju ke depan untuk mengambil nomor urut, tampak paslon HT-UMAR tidak mengenakan sarung tangan. Padahal, semua paslon harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Melihat paslon HT-UMAR tidak mengenakan sarung tangan, staf KPU Kepulauan Sula kemudian meminta Petahana Kepulauan Sula ini dan pasangannya untuk mengenakan sarung tangan sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan.
Foto: Kejadian Aneh Saat Pencabutan Nomor Urut di KPU Sula, Maluku Utara (139592)
Para psangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, saat pengambilan nomor urut. Foto: Samsur Silia/cermat
Setelah diminta untuk mengenakan sarung tangan, paslon HT-UMAR ini baru menyadari bahwa keduanya tidak mengenakan sarung tangan, sebagaimana yang diatur dalam protokol kesehatan saat pengambilan nomor urut.
ADVERTISEMENT
Serentak juga, ada staf KPU lain yang langsung mengambil sarung tangan paslon HT-UMAR untuk dikenakan saat pengambilan nomor urut dalam pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kepulauan Sula tahun 2020.
Tak hanya HT-UMAR, Calon Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus juga menunjukkan keanehan lain. Adik mantan bupati Sula dua periode ini terlihat mengangkat nomor urutnya dengan terbalik.
Setelah pengambilan nomor urut, ketiga Paslon diminta untuk mengangkat nomor urutnya masing-masing, rupanya nomor urut Fifian terbalik dan membentuk huruf E.
Fifian, adik Ahmad Hidayat Mus (AHM) rupanya sengaja membalikkan nomor urut 3 menjadi huruf 'E' untuk menunjukkan identitasnya sebagai 'Eta Sua' (perempuan Sula) kepada seluruh yang hadir saat pencabutan nomor urut di kantor KPU Kepsul berlangsung.
ADVERTISEMENT
Bahkan, tingkah Fifian ini juga bisa menegaskan bahwa dirinya juga orang asli Sula, menepis isu yang kerap menyebut dirinya sebagai eta Taliabu.
---
Samsur Silia