Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Foto: Kondisi Korban Gempa Halmahera Selatan

Seorang ibu menggendong bayi di tenda pengungsian, Bacan, Halmahera Selatan. Beberapa anak-anak terlihat berkumpul dan tidur beralaskan tikar seadanya, Selasa 16 Juli 2019. Foto: Faris Bobero/cermat
Gempa bumi 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada pukul 18.10:51 WIT, Minggu (14/7), menyisakan duka, bahkan trauma mendalam bagi warga sekitar. Tercatat, sudah lima korban jiwa, satu korban masih belum diketahui pasti datanya. Sudah 104 gempa susulan dengan kekuatan 3,1 hingga 5,8 SR.
ADVERTISEMENT
Hasil tinjauan langsung kru cermat di lapangan, sejak hari kedua gempa 7,2 SR hingga Rabu 17 Juli 2019, masyarakat masih mengungsi di tempat tinggi dan di hutan. Sebab, gempa menyebabkan hampir semua bangunan rumah dan fasilitas publik rusak parah dan ringan.
Sepatu dan boneka anak tertimbun reruntuhan bangunan rumah warga Desa Tabapoma, Bacan Timur Tengah, saat gempa 7,2 SR gunjang Halmahera selatan. Foto: Faris Bobero/cermat
Data sementara yang diperoleh cermat di Posko Induk Tanggap Darurat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ada 53.423 jiwa pengungsi yang berasal dari sejumlah desa di Wilayah Gane dan Pulau Bacan.
Sebelumnya, pada Selasa (16/7), jumlah pengungsi yang terdaftar di Posko Induk Tanggap Darurat sebanyak 26,074 jiwa. Dari jumlah tersebut, belum termasuk pengungsi korban gempa bumi di beberapa desa yang belum terdata.
Sementara, korban luka-luka akibat persitiwa itu sebanyak 129 orang, terdiri dari 32 orang luka berat dan luka ringan sebanyak 97 orang. Sementara, di Desa Gane Dalam, Desa Tawa, dan Pasipalele, di Kecamatan Gane Barat Selatan, sekitar 90 persen bangunan rumah ambruk total, atau rusak parah.
ADVERTISEMENT
Berikut potret kondisi korban gempa yang dihimpun cermat di lapangan:
Pengungsi korban gempa bumi di Lapangan Sepak Bola, Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan: Foto Safri Noh/cermat
Ruang kamar salah satu warga Desa Tabapoma, Bacan Timur Tengah, tertimbun reruntuhan bangunan, saat gempa 7,2 SR guncang Halmahera selatan. Desa ini sunyi ketika dikunjungi cermat. Semua penduduknya mengungsi ke ketinggian. Foto: Faris Bobero/cermat
Reruntuhan bangunan rumah warga di Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan. 90 persen rumah warga rusak parah: Foto Safri Noh/cermat
kondisi warga yang mengungsi di ketinggian, di pinggir jalan aspal menuju kecamatan Bacan Timur Tengah. Foto: Faris Bobero/cermat
Kondisi dapur rumah salah satu warga Desa Tabapoma, Bacan Timur Tengah yang tertimbun reruntuhan bangunan. Semua penduduknya mengungsi ke ketinggian. Foto: Faris Bobero/cermat
Kondisi warga Desa Tomara saat mengungsi di hutan, berkisar 300 meter dari kampung mereka. Foto: Faris Bobero/cermat
Salah satu rumah warga Desa Tomara, yang ambruk saat gempa. Ratusan warganya sudah mengungsi ke hutan Foto: Faris Bobero/cermat
Rumah warga ambruk di Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan: Foto Safri Noh/cermat
Yanti Haer, korban gempa patah tulang di bagian kaki kanan asal Desa Tomara, Kecamatan Gane Timur Tengah, Halmahera Selatan, Maluku Utara, masih bertahan di lokasi pengungsian. Ia dan 163 korban lainnya kini masih mengungsi di hutan. Foto: Faris Bobero/cermat.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86