News
·
20 Februari 2021 19:11

Ombak Besar Hantam Rumah Warga di Pesisir Pantai 3 Kecamatan, Morotai

Konten ini diproduksi oleh Cermat
Ombak Besar Hantam Rumah Warga di Pesisir Pantai 3 Kecamatan, Morotai (259701)
Rumah warga di pesisir Morotai, Maluku Utara, dihantam ombak besar. Foto: Istimewa
Cuaca ekstrem dalam beberapa hari ini sedang melanda Provinsi Maluku Utara. Salah satu wilayah yang terkena dampaknya adalah Kabupaten Pulau Morotai.
ADVERTISEMENT
Sejumlah rumah warga di pesisir mulai rusak dihantam ombak besar. Setidaknya ada tiga kecamatan, yakni Morotai Jaya, Morotai Selatan Barat, dan Morotai Utara mengalami masalah yang sama.
Kerusakan rumah warga akibat hantaman ombak di Morotai Selatan Barat terjadi di Desa Cio Gerong. Sementara Morotai Utara terjadi di Desa Lusuo. Untuk Morotai Jaya terjadi di Desa Sopi Majiko, Cendana, dan Libano.
Mardon, salah satu warga Morotai Jaya menuturkan, sejak Sabtu (20/2) pagi gelombang tinggi menghantam rumah warga di Desa Sopi Majiko dan Desa Cio Gerong.
"Ada ombak besar hantam Desa Sopi Majiko. Tapi rumah di Sopi saya belum dapa info," tuturnya.
"Yang parah itu rumah warga di Cio Gerong tadi pagi. Penyebabnya gelombang tinggi,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Jamrud Seba, warga Desa Lusuo melalui Grup Facebook Info Morotai menyampaikan, kehidupan warga di Lusuo dalam ancaman hantaman ombak besar. Selain dirinya, pemerintah desa setempat juga telah membuat dokumentasi di lokasi kerusakan.
Kepala BPBD Pulau Morotai, Muslim, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan warga peru berhati-hati dalam cuaca ekstrem seperti ini.
"Untuk daerah-daerah yang di pinggiran pantai ini mereka tahu kondisi cuaca saat ini kan musiman, jadi cuaca-cuaca yang kayak begini harusnya mereka lebih banyak hati-hati," ujarnya.
Ia mengaku, saat ini anggota BPBD tengah memantau lokasi terdampak cuaca ekstrem.
"Anggota-anggota saya juga pantau terus. Kemarin juga mereka sementara di daerah Sopi Morotai Jaya, dan mereka kemarin di Cio Gerong mereka sampai ke sana, dan masyarakat Pulau Morotai saat ini tetap berhati-hati," pungkasnya. (TS)
ADVERTISEMENT