News
·
30 Maret 2021 20:20

Orang Muda di Jailolo Terus Perjuangkan Kapita Banau Sebagai Pahlawan Nasional

Konten ini diproduksi oleh Cermat
Orang Muda di Jailolo Terus Perjuangkan Kapita Banau Sebagai Pahlawan Nasional (418503)
Presidium Banau Institute 1914, Fahmi Albaar, saat deklarasi Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional. Foto: Zulfikar Saman.
Orang muda di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, yang tergabung dalam Lembaga Banau Institute 1914 terus perupaya bersama pemerintah Halmahera Barat, untuk menjadikan Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional.
ADVERTISEMENT
Hal itu terlihat dalam dialog bertajuk Banau Jejak Juang Perang Jailolo 1914 yang diselenggarakan di Aula Bidadari Kantor Bupati Halmahera Barat (Halbar), Selasa (30/3). Dalam gelaran itu pun, para orang muda ini, bersama pemda Halbar membuat deklarasi Banau Pahlawan Nasional.
Diaolog tersebut dipandu oleh M Idhar Bakri dan dihadiri oleh lima narasumber yakni:
  • Djufri Muhammad, Wakil Bupati Halmahera Barat
  • Andi Sumar Karman, selaku Dosen Antropologi Unkhair dan Peneliti di The Tebings
  • Irfan Ahmad, Dosen Sejarawan Unkhair dan Peneliti The Tebings
  • Safrudin Abdurahman, Dosen Sejarawan Unkhair dan Peneliti The Tebings
  • Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, Ketua TP2GD Maluku Utara, serta Pengkaji Persyaratan CPN Peneliti Yayasan The Tebings.
Orang Muda di Jailolo Terus Perjuangkan Kapita Banau Sebagai Pahlawan Nasional (418504)
Pemateri dalam dialog dan deklarasi Banau Sebagai Pahlawan Nasional. Foto: Zulfikar Saman
Presidium Banau Institute 1914, Fahmi Albaar mengatakan, perjuangan Kapita Banau sederajat dengan pahlawan-pahlawan nasional lainnya sehingga Kapita Banau layak diusul menjadi Pahlawan Nasional.
ADVERTISEMENT
"Insyaallah dengan perjuangan ini kita bisa mengangkat Kapita Banau sebagai pahlawan Nasional," ungkap Fahmi, dengan suara yang lantang di hadapan para undangan.
Fahmi meminta, Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad agar segera membentuk Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk disegerakan menyusun naskah perjuangan Kapita Banau dan diusulkan untuk menjadi bagian dari Pahlawan Nasional.
Orang Muda di Jailolo Terus Perjuangkan Kapita Banau Sebagai Pahlawan Nasional (418505)
Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad, membuka dialog dan deklarasi ditandai dengan pemukulan Goong. Foto: Zulfikari Saman
"Ucapan terima kasih kepada Dosen Unkhair sekaligus sebagai Tim Peneliti The Tebings yang sempat hadir di kegiatan ini. Kemudian pemerintah daerah yang sudah memberikan dukungan untuk mendorong dan mengusul Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional," tambah Fahmi.

Pemda Halmahera Barat Seriusi Usul Kapita Banau Pahlawan Nasional

Sementara itu, Dr. M. Ridha Ajam melihat, Pemda Halbar saat ini, sudah terlihat akan seriusi bahkan mengumpulkan naskah-naskah tentang perjuangan Kapita Banau. Hal itu, menurutnya terlihat dari beberapa sumber berita melalui daring.
ADVERTISEMENT
Sebab itu, pihaknya, akan bersama membantu untuk memperjuangkan hal tersebut.
"Kami Tim Peneliti dan Tim Pengkaji senantiasa akan membantu untuk penyusunan naskah-naskah perjuangan Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional," kata Ridha.
Orang Muda di Jailolo Terus Perjuangkan Kapita Banau Sebagai Pahlawan Nasional (418506)
penyerahan Naskah Biografi Perjuangan Banau serta Kaos Institute Banau dari Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum,Selaku Ketua TP2GD Maluku Utara serta Pengkaji Persyaratan CPN Peneliti Yayasan The Tebings kepada Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad. Foto: Zulfikar Saman
Kata Ridha, usulan Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional butuh kerjasama yang baik dari semua pihak.
"Saya pastikan ketika kita sama-sama bekerja untuk mencetuskan Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional Insya Allah pasti dimudahkan,"ujarnya.
"Kami berencana Tanggal 6 April 2021 ini, kita akan usulkan dokumen naskah perjuangan Kapita Banau sampai dengan selesai untuk proses tahap 1 dan saya ajak teman-teman sekalian agar senantiasa bisa bekerja sama sehingga semua dapat berjalan dengan baik, serta meminta dukungan pemerintah untuk mendukung dalam penyusunan naskah perjuangan Kapita Banau sehingga semua berjalan sesuai yang kita harapkan," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad, memberikan apresiasi kepada lembaga Banau Institut 1914. Kata dia, keinginan besar anak-anak muda yang tergabung dalam Banau Institut 1914 dengan semangat tinggi mendorong Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional.
"Saya berharap, ini harus tetap dilanjutkan dengan semangat perjuangan Kapita Banau dengan tujuan demi kemajuan pembangunan di Halmahera Barat," ujar Jufri.
Djufri bilang, sebuah bangsa ini harus menyadari bahwa keberadaan di daerah ini adalah hasil dari upaya perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kesejahteraan masyarakat Halbar hingga hari ini.
Orang Muda di Jailolo Terus Perjuangkan Kapita Banau Sebagai Pahlawan Nasional (418507)
Wakil Bupati Halmahera Tengah saat membubuhkan tandatangan petisi dukungan Kapita Banau Sebagai Pahlawan Nasional. Foto: Zulfikar Saman
"Kesadaran kita akan hal ini akan menjadikan kita sadar tentang identitas dan jati diri kita terhadap bangsa. maka tak heran jika Presiden Ir. Soekarno berkata jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sebab, jika kita sekali saja melupakan sejarah maka kita dipastikan akan terombang-ambing disebabkan kita telah kehilangan jati diri sebagai bangsa," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Mantan Anggota DPRD Halmahera Barat tiga periode mengaku, Halbar mempunyai sepak terjang bagi para pendahulu, memperjuangan dan membela daerah. Salah satunya adalah Kapita Banau yang menjadi pemimpin dalam perang Jailolo atau Rogu Lamo pada era 1914.
"Banau dan segenap pasukannya pada saat itu menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para penjajah Belanda. hal ini sangatlah wajar sebab perlawanan banau memang didasari atas penindasan pihak penjajah belanda kepada masyarakat dalam bentuk pungutan pajak (Blasting), maka dari sinilah perlawanan dimulai hingga akhirnya perjuangan itu terbayar dengan Banau dieksekusi di tiang Gantung," tuturnya.
"Saya mengharapkan agar ada titik temu dan referensi yang kuat yang bisa kita perjuangkan untuk menetapkan gelar Pahlawan kepada Banau. Sebab, Banau sudah berjuang dalam peperangan melawan Belanda, maka tugas kita adalah memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional Kapita Banau, karena dengan cara ini kita bisa membalas jasa Kapita Banau," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Usai pembukaan dialog dan deklarasi itu, dilanjutkan dengan penyerahan Naskah Biografi Perjuangan Banau serta penyerahan Kaos Institute Banau.
Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan petisi dukungan Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional oleh Wakil Bupati Djufri Muhamad diikuti Forkopimda dan seluruh Ahli Waris.
---
Zulfikar Saman