kumparan
6 November 2019 19:46

Penjelasan Pihak STKIP di Ternate Terkait Gaji Dosen yang Tak Dibayar

stkip.jpg
Gedung Rektorat STKIP Kie Raha Ternate. Foto: Rajif Duchlun/cermat
Kepala Tata Usaha (KTU) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha Ternate, Asyhari A Usman, memberikan klarifikasi terkait pengakuan sejumlah dosen yang belum menerima gaji selama 12 bulan.
ADVERTISEMENT
"Hasil rapat di bulan Agustus, sisa itu dibayarkan, saya juga sama, termasuk selisih gaji yang lama. Dan itu sudah jalan," ujar Asyhari, saat ditemui cermat di ruangannya, Rabu (6/11).
"Kalau dibilang 9 bulan awal yang dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ternate itu, tidak benar. Kalo 9 bulan asumsinya penuh ya, tapi kan yang belum disampaikan terkait dengan selisih gaji," sambungnya.
Asyhari bilang, yang dimaksud dengan selisih gaji itu adalah potongan kredit di Bank BTN dari dosen bersangkutan yang sisanya belum terbayarkan. Dan itu diakuinya bukan hanya 13 orang.
"Soal gaji ini memang kita ada perubahan kemarin. Jumlah dosen kita besar, pendapatan kita kecil, sehingga regulasi pembayaran gajinya juga berubah," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Ia mengatakan, pada awal pertemuan yang dimediasi pihak Disnaker, pihaknya hanya menyampaikan pembayaran terkait selisih gaji.
Mengenai beberapa mediasi yang tidak dihadiri pihak Yayasan atau STKIP Kie Raha, lanjut Asyhari, karena pada pertemuan sebelumnya, Kepala Seksi Hubungan Industrial Disnaker Ternate, Erwin Ismanto, menyarankan untuk mencari mediator lain.
Ia menjelaskan, ada sekitar 106 dosen di STKIP, baik yang tidak kredit maupun kredit di bank, sudah mulai dicicil pihak Yayasan.
"Dibayarkan pihak STKIP, sampai bulan April. Selisih gaji potongan di Bank BTN itu yang didistribusi. Nah sekarang kita distribusi, karena hasil kesepakatan rapat kita cicil, pihak Yayasan mencicil itu," ungkapnya.
Terkait masalah ini yang sudah dilimpahkan Disnaker ke Pengadilan Negeri Ternate, ia mengaku, hingga saat ini belum mendapat informasi itu dari pihak pengadilan. "Kami belum dapat surat dari pengadilan," tukasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan