News
·
18 Maret 2020 22:55

RSUD di Ternate Masih Kekurangan Alat Pelindung Diri untuk Tangani Corona

Konten ini diproduksi oleh Cermat
RSUD di Ternate Masih Kekurangan Alat Pelindung Diri untuk Tangani Corona (151441)
Ruangan Isolasi RSUD Chasan Boesoerie Ternate untuk pasien yang terinfeksi Virus Covid-19. Foto: Evka Mawar/cermat
RSUD Chasan Boesoerie di Ternate, Maluku Utara telah membentuk tim khusus terdiri dari 46 orang, untuk penanganan jika terjadinya wabah Virus Corona atau Covid-19. Namun, dari 46 orang itu, pihak RSUD hanya memiliki tujuh APD (Alat Pelindung Diri).
ADVERTISEMENT
Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Pelayanan RSUD, drg Djubaeda Drakel spKG, saat ditemui cermat, pada Senin (16/03).
RSUD di Ternate Masih Kekurangan Alat Pelindung Diri untuk Tangani Corona (151442)
Kamar perawatan pasien Covid-19 yang dilengkapi dengan alat Ventilator. Foto: Evka Mawar/cermat
Tim khusus tersebut dikepalai oleh dokter spesialis paru, dr Handoko Sp.P dengan jumlah anggota 46 orang yang terdiri dari spesialis penyakit dalam, patologi, radiologi, dan juga tim perawat.
Terkait dengan kekuarangan APD, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pengadaan APD tersebut.
Sementara, pemeriksaan sampel untuk uji laboratorium suspect corona akan dilakukan di Makassar.
RSUD di Ternate Masih Kekurangan Alat Pelindung Diri untuk Tangani Corona (151443)
Kamar perawatan pasien Covid-19 tanpa alat Ventilator. Foto: Evka Mawar/cermat
“Semua pemeriksaan sampel uji laboratorium yang ditetapkan pemerintah di bagi dalam 5 wilayah di Indonesia. Dan untuk Maluku Utara setiap sampel uji laboratorium akan di kirim ke Makassar guna dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
RSUD Chasan Boesoerie Ternate memang ditetapkan sebagai rumah sakit di Maluku Utara rujukan oleh pemerintah. Pihak rumah sakit juga sudah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung termasuk ruang isolasi untuk penangan virus corona.
ADVERTISEMENT
Ruangan isolasi tersebut terletak di bagian belakang yang dulunya merupakan ruangan rawat inap untuk anak-anak.
“Kami telah menyiapkan 2 ruangan untuk isolasi dengan jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 5 unit. Satu ruangan berisi 2 tempat tidur tanpa alat ventilator pernapasan dan 1 ruangan lagi berisi 3 tempat tidur dengan alat ventilator pernapasan,” ujar Djubaeda.
Ia bilang, selain dua kamar untuk ruang rawat pasien, di dalamnya juga terdapat ruangan untuk tim khusus penanganan Covid-19 ini.
---
Evka Mawar