Seorang Ketua RT Gadungan di Ternate jadi Tersangka Pencabulan

Konten Media Partner
6 Agustus 2022 20:10
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kapolsek Pulau Ternate, Ipda Mirna Oramali. Foto: Samsul/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Kapolsek Pulau Ternate, Ipda Mirna Oramali. Foto: Samsul/cermat
ADVERTISEMENT
Kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan seorang warga di salah satu kelurahan di Kecamatan Pulau Ternate, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Pulau Ternate.
ADVERTISEMENT
Informasi yang dihimpun cermat, pada Jumat (25/2) lalu, tersangka dengan inisial AA alias Jhoni ini bersama rekan-rekannya melakukan razia di salah satu indekos putri di Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate.
Saat itu, korban kedapatan bersama pacarnya di dalam kamar kos. Lalu, mengaku sebagai ketua RT, tersangka menakuti korban akan menikahkan korban dengan kekasihnya, jika tidak mengikuti permintaan tersangka untuk jadi kekasihnya.
Setelah menakuti-nakuti korban, tersangka lalu melakukan tindak pencabulan terhadap korban. Tidak menerima hal tersebut, korban lalu membuat laporan di Polsek Pulau Ternate. Laporan polisi tersebut teregistrasi dalam nomor: BP/02/VII/2022/Polsek Pulau.
Kapolsek Pulau Ternate, Ipda Mirna Oramali ketika dikonfirmasi, membenarkan laporan tersebut. Bahkan penyidik telah melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ternate.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Tanggal 3 Agustus kemarin, berkas perkara kasus pencabulan telah dikirim ke JPU,” jelas Mirna Sabtu (6/8).
Mirna menambahkan, ke depan jika JPU sudah menyampaikan bahwa berkas perkara telah lengkap, pihaknya akan segera melakukan tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka.
“Saat ini tinggal menunggu penelitian JPU saja,” akuinya, sembari mengatakan tersangka dikenakan pasal 289 KUHPidana Juncto Pasal 290 ayat (1) KUHP.
Sementara, Plh Kasi Intelijen Kejari Ternate, Muhammad Adung mengatakan, berkas perkara kasus tersebut sudah diterima oleh Jaksa peneliti Kejari Ternate.
“Saat ini masih dilakukan penelitian. Jika terdapat kekurangan akan diberikan petunjuk, tetapi kalau sudah lengkap, langsung diterbitkan surat P21,” jelasnya, mengakhiri.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020