kumparan
17 November 2019 9:15

Sultan Tidore Sebut Sukmawati Tidak Boleh Bangga Jadi Anak Proklamator

Sultan Tidore.jpg
Sultan Tidore, Husain Sjah. Foto: Istimewa
Sultan Tidore, Husain Sjah, melalui video pendek yang diunggah di akun resmi Facebook miliknya pada Minggu (17/11) dini hari, menanggapi pernyataan Sukmawati Soekarnoputri dalam sebuah diskusi radikalisme dan terorisme yang membandingkan Nabi Muhammad dengan ayahnya, Sukarno.
ADVERTISEMENT
“Tidak boleh Anda membanggakan diri Anda karena Anda anak proklamator, kita semua adalah anak pejuang di Indonesia ini, hanya kebetulan Anda adalah anak daripada Sukarno, tapi kalau kita menoleh ke belakang, kita juga adalah anak-anak pejuang,” kata Husain.
Husain mengatakan, ada banyak Sultan di Maluku Utara yang sudah berjuang, tapi tidak pernah menepuk dada. “Tapi kalau berbicara dengan membandingkan Sukarno dengan Nabi Allah Muhammad, tidak ada seribu Sukarno, bahkan lebih dari itu yang bisa menandingi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,” ujar Sultan Tidore.
Ia bilang, kakeknya, Sultan Zainal Abidin Syah, yang juga seorang Gubernur saat itu pernah membebaskan Irian Barat dan menyerahkan masuk ke pangkuan Ibu Pertiwi, sehingga bangsa ini menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada juga Sultan Nuku, sultan Tidore ke-30 itu, sangat diagungkan serta disegani lawan maupun kawannya kala itu.
ADVERTISEMENT
“Kemudian dengan Sultan Syaifuddin, kakek saya, juga penguasa pulau-pulau terbesar pada masanya, semuanya diperuntukan untuk kebebasan, untuk kemasalahatan orang banyak dan beliau tidak pernah menepuk dada,” jelas Husain yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Maluku Utara ini.
Husain mengingatkan, agar Sukmawati dapat menjaga yang sudah diwariskan orangtuanya, dengan tidak menyinggung umat Islam. “Bangsa besar ini, bisa tahu dan bisa membaca segalanya, karena apa-apa yang telah diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,” ungkapnya.
Nabi Muhammad, lanjut Husain, telah mengajarkan begitu banyak kepada umatnya, hingga menjadi pejuang-pejuang yang membebaskan bangsa ini. “Bahkan seluruh dunia ini, digerakan dengan kalimat Lailahaillallah, Allahu Akbar, dan sampai saat ini kita berada dan kita bisa eksis, di dalam menjalankan kehidupan ini,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
“Kembali pulanglah kepada kesadaran yang sebenarnya, semoga Allah memaafkan Anda (Sukmawati) dan Allah memaafkan kita semua,” tambahnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan