kumparan
15 Mei 2019 22:35 WIB

Video: Aksi Honorer RSU Sofifi Menuntut Hak

Video
Sudah dua tahun upah 70 honorer Tenaga Kontrak Daerah (TKD) di Rumah Sakit Umum Sofifi, Maluku Utara tak kunjung diberikan. Pada tahun 2017, sekira 4 bulan, upah mereka tidak diberikan, begitu juga pada tahun 2018, selama 4 bulan, upah honor mereka tak kunjung diberikan.
ADVERTISEMENT
Akibat dari itu, para honorer membentuk wadah Solidaritas Buruh Honorer (SBH) yang dipimpin oleh Dr. Fatir M. Natsir.
Salah satu Tenaga Kontrak Daerah Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi membawa kertas protes saat aksi di Kantor Gubernur Maluku Utara (14/5). dok. Istimewa
Pada 5 April 2019, mereka mulai membentuk dua tim: tim yang lain tetap melayani pasien di Poliklinik dan UGD guna tak adanya jatuh korban bagi pihak pasien, sebagian ikut dalam aksi mogok.
Pada 8 April 2019, SBH memfasilitasi 70 buruh honorer TKD untuk menandatangani surat mogok Kerja untuk dimasukkan ke pihak Manajemen. 70 TKD yang menandatangani surat itu terdiri atas dokter, perawat, bidan, farmasi, radiologi, gizi, analis, juru masak, sopir, administrasi, dan Sekuriti.
Solidaritas SBH pun mengajukan Surat Tuntutan Mogok kerja selama 7 hari dan mengajukan Hak tanya kepada pihak manajemen RSU Sofifi soal penundaan honorer TKD. Aksi mogok dimulai sejak hari itu.
ADVERTISEMENT
Memasuki Ramdan, tuntutan mereka belum juga berbuah hasil. Bukanya mendapat kejelasan pasti soal upah yang belum diberikan sejak 2017 itu, kini, nasip puluhan TKD itu dinonaktifkan, bahkan dikelurkan dari Mes, tempat mereka tinggal dan bekerja.
Berikut berita terkait perjuangan mereka:
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan