Waspada Penipuan Kartu Kredit, Pelaku Minta Nomor Kartu dan CVV

Membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan keuangan dengan Cermat dan Tepat! Temukan produk keuangan terbaikmu di Cermati.com.
Tulisan dari Cermati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belum lama ini, ada seorang wanita bernama Natalia (25 tahun) yang hampir saja menjadi korban penipuan kartu kredit melalui telepon.
Penipu mengaku dirinya sebagai pegawai bank kartu kredit penerbit yang digunakan oleh Lia. Kebetulan Lia menggunakan kartu kredit dari BNI.
Baca Juga: Ngeri Kartu Kredit Dibobol? Pakai PIN 6 Digit, Jangan Tanda Tangan Lagi
“Dia bilang kalau bank mau kasih privilage card karena selama ini pembayaran kartu kredit saya berjalan lancar,” ungkap Natalia.
Pelaku juga menambahkan, privilage card tersebut hanya kartu tambahan yang bisa dipakai secara bersamaan dengan kartu kredit yang sudah ada. Keuntungannya bisa mendapatkan tambahan diskon.
Pembicaraan di telepon pun berlanjut, pelaku meminta data-data Natalia dengan dalih hanya ingin mengkonfirmasi data yang sudah ada di bank agar tidak ada yang salah atau berubah.
Tanpa ada rasa kecurigaan yang muncul di benak Natalia karena si pelaku berbicara dengan tenang dan lantang seperti pegawai bank pada umumnya, Lia pun memberikan datanya tersebut mulai dari konfirmasi nama ibu kandung, alamat rumah, dan lainnya.
“Setelah data pribadi, dia minta konfirmasi 16 digit nomor kartu kredit BNI. Karena enggak ada rasa curiga, ya saya sebutkan nomornya gitu saja,” jelas Natalia.
Namun, kecurigaan tersebut mulai muncul disaat pelaku meminta nomor yang berada di belakang kartu kredit.
“Nah, pas terakhir, dia minta 3 digit nomor di belakang kartu. Saya langsung kaget, itu kan CVV! Ada yang enggak beres, nih! Tanpa berbicara lagi, saya mematikan teleponnya dan langsung menghubungi call center BNI untuk pengaduan blokir kartu kredit BNI yang saya pakai dan ganti baru,” ungkapnya dengan nada kesal.
Penipuan Kartu Kredit ‘Phishing’ Masih Marak
Mengangkat dari kasus di atas, pelaku melakukan penipuan kartu kredit dengan cara mengelabui korbannya hingga tak sadar telah tertipu. Aksi penipuan ini disebut dengan phising.
Hingga sekarang ini, phising masih marak di tengah masyarakat. Untuk menjalankan aksinya, pelaku bisa melakukan percakapan melalui telepon, pesan singkat atau SMS, bahkan email.
Yang menjadi kunci aksinya bisa berhasil adalah pelaku sebisa mungkin berbicara dengan nada yang sopan seperti pegawai bank.
Dengan begitu, korban percaya penuh dan akan memberikan data-data yang diminta pelaku, termasuk nomor kartu kredit hingga CVV.
Baca Juga: Jangan Sampai Kebobolan! Ini Cara Cerdas Menjaga Keamanan Kartu Kredit
Jika nomor penting yang tertera pada kartu kredit tersebut sudah ada di tangan pelaku, maka pelaku bisa dengan bebas menggunakan kartu kredit korban untuk menguntungkan dirinya.
Misalnya saja yang kini marak dilakukan oleh pelaku penipuan kartu kredit adalah belanja di merchant, apalagi beberapa merchant ada yang bisa transaksi pakai kartu kredit tanpa mencantumkan kode OTP (one time password) untuk konfirmasi dari CVV.
Baca artikel selengkapnya di sini.
