Chichen Itza di Meksiko

Sensor dan Laju Sejarah: Apakah yang Lampau Selalu Primitif?

Christopher Reinhart
Peneliti Sejarah - Konsultan Riset di NTU Singapura - Peneliti Tamu di Koninklijke Bibliotheek, Den Haag
6 Juli 2023 15:19 WIB
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sensor berlebihan di dalam tayangan televisi di Indonesia merupakan topik berulang yang mengemuka dalam beberapa tahun ini. Fenomena ini setidaknya mulai terjadi sekitar tahun 2014 hingga memuncak dalam berbagai diskusi yang dilaksanakan sepanjang tahun 2016 dan mungkin hingga kini.
Menariknya, entah berhubungan atau tidak, fenomena ini tumbuh bersamaan dengan menguatnya isu identitas dalam Pemilu 2014, mengalami kenaikan lagi menjelang Pilkada Jakarta pada 2017, dan selalu menyertai hingga kini. Sensor di televisi secara garis besar menyasar dua tema tayangan, yaitu tampilan seksual dan kekerasan.
Kegeraman masyarakat semakin memuncak kala stasiun-stasiun televisi mulai melakukan sensor pada karakter kartun seperti Sandy Cheeks si tupai dari serial SpongeBob SquarePants dan Shizuka Minamoto dari serial Doraemon. Sandy yang kerap ditunjukkan memakai bikini saat berada di rumahnya menjadi sasaran sensor, demikian pula Shizuka yang mengenakan baju renang dalam beberapa episode Doraemon. Bagi masyarakat umum, ini adalah kebijakan yang aneh.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten