124 Calon Jemaah Haji di Jabar Pilih Ambil Uang Pelunasan

Konten Media Partner
15 Oktober 2021 19:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
124 Calon Jemaah Haji di Jabar Pilih Ambil Uang Pelunasan (10650)
searchPerbesar
Ilustrasi. FOTO: Kumparan
Ciremaitoday.com, Majalengka - Selama pandemi COVID-19 seluruh aktivitas masyarakat seperti mati suri, tak terkecuali pelaksanaan ibadah haji. Selama sekira 2 tahun, jemaah haji dan umrah asal Indonesia tidak bisa berangkat ke tanah suci.
ADVERTISEMENT
Akibat pandemi COVID-19 memupus sementara impian para calon jemaah yang sudah bertahun-tahun menunggu keberangkatannya untuk melakukan ibadah haji dan umrah.
Seperti di Jawa Barat, ada ratusan calon jemaah haji memilih mengambil kembali uang pelunasan pemberangkatan haji.
Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Jabar, Ahmad Handiman Romdony menyampaikan, adapun alasan pengambilan kembali ongkos naik haji (ONH) oleh calon jemaah, dikarenakan sulitnya ekonomi di masa pandemi COVID-19.
"Ada 124 jemaah haji yang mengambil kembali pelunasan di Jawa Barat itu," kata Handiman seusai mengisi kegiatan diseminasi pembatalan pemberangkatan jemaah haji di Kabupaten Majalengka, Jumat (15/10/2021).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Meski begitu, kata dia, dari sisi persentase untuk jumlah jemaah di Jawa Barat yang mengambil kembali pelunasannya tidak begitu signifikan. Sebab, menurut Handiman, keimanan dan keikhlasan jemaah di Jawa Barat sudah sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
"Di kota Bandung juga banyak (yang mengambil kembali uang pelunasan pemberangkatan haji), Majalengka termasuk yang sedikit sih. Alasannya rata-rata karena pandemi, ya ekonomi alasannya," tuturnya.
Sementara, disampaikan dia, sampai saat ini calon jemaah yang sudah terdaftar di Jawa Barat kurang lebih tercatat ada sebanyak 800 ribu orang.
"Kalau kuota haji di Jawa Barat pada 2020 itu ada 37.988 jemaah. Tapi untuk jemaah yang sudah terdaftar sampai hari ini di seluruh Jawa barat hampir 800 ribu dengan kuota 37 ribu sekian, rata-rata di Jawa barat itu masa tunggunya 21 tahun," ujarnya.
"Tadi saya sampaikan terpendek itu 18 tahun, terpanjang itu 28 tahun ada di kabupaten/kota Bekasi. Majalengka termasuk yang 21 tahun," sambungnya. (Erick Disy)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020