News
·
14 Juli 2021 16:55
·
waktu baca 1 menit

Di Tengah Pandemi, Angka Kelahiran di Kota Cirebon Tetap Tinggi

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Di Tengah Pandemi, Angka Kelahiran di Kota Cirebon Tetap Tinggi (1030433)
searchPerbesar
Sekretaris Disdukcapil Kota Cirebon, Rahmat Saleh menunjukkan data pemohon akta kelahiran dan kematian.(Juan)
Ciremaitoday.com, Cirebon – Sejak Pandemi COVID-19 melanda hingga PPKM Darurat angka kelahiran di Kota Cirebon Jawa Barat tetap tinggi. Jumlah ini diketahui dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), berdasarkan catatan pemohon akta kelahiran masih lebih banyak dibanding akta kematian. Menurut sumber yang sama, dari tanggal 6 – 12 Juli 2021 saja ada 71 pemohon akta kelahiran, sedangkan pemohon akta kematian sebanyak 56 pemohon.
ADVERTISEMENT
Menurut Sekretaris Disdukcapil Kota Cirebon, Rahmat Saleh, hingga kini antara jumlah pemohon akta kelahiran dengan pemohon angka kematian jumlahnya saling susul-menyusul.
“Selama PPKM Darurat, jumlah pemohon akta kematian cukup meningkat, tapi pemohon akta kelahiran pun tidak kalah tinggi,” katanya, Rabu, 14/07/2021.
Ia menjelaskan, sebagai perbandingan mulai tanggal 6 Juli ada 13 pemohon akta kelahiran dan 8 pemohon akta kematian, kemudian tanggal 7, ada 8 kelahiran dan 11 kematian, pada tanggal 8 ada 15 akta kelahiran dan 12 kematian.
“Tanggal 9 Juli ada 21 pemohon akta kelahiran dan 9 akta kematian, serta di tanggal 12 Juli ada 14 akta kelahiran dan 16 kematian,” terangnya.
Ia menyatakan, akta kematian sama pentingnya dengan pembuatan akta kelahiran dan Kartu Tanda Penduduk, untuk itu siapapun warga Kota Cirebon yang lahir maupun meninggal wajib dicatat untuk pendataan penduduk.
ADVERTISEMENT
“Kalau yang meninggal tidak dilaporkan maka di data base kita catatannya masih ada/hidup. Pencatatan yang tiak sesuai ini akan mengganggu atau menjadi kendala dimana data itu diperlukan,” pungkasnya.(Juan)