Bisnis
·
19 Agustus 2020 17:54

Ekspor Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia Turun 70 Persen Dihantam Pandemi

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Ekspor Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia Turun 70 Persen Dihantam Pandemi (93056)
Ilustrasi. (Kumparan)
Ciremaitoday.com, Cirebon - Aktivitas ekspor produk industri mebel dan kerajinan terganggu karena pandemi COVID-19. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mencatat penurunan ekspor sebesar 70 persen selama pandemi.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum HIMKI Supriyadi mengatakan, pihaknya sedang menyusun strategi untuk meningkatkan pemasaran bagi industri mebel dan kerajinan.
"Saat ini kondisi kita hanya 30 persen yang produksi, ini untuk ekspor. Dari total omzet 2,5 miliar dolar per tahunnya. Yang bertahan ini perusahaan-perusahaan, yang memiliki hubungan kuat dengan buyer," kata Supriyadi yang terpilih sebagai Ketum HIMKI periode 2020-2023 dalam Munas yang digelar di Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020).
Supriyadi memprediksi aktivitas industri mebel dan kerajinan mulai normal kembali pada September nanti. Selain itu, pihaknya juga memprediksi adanya vaksin COVID-19 sebagai tanda aktivitas ekonomi mulai normal kembali. HIMKI akan tancap gas ketika vaksin dan obat penawar COVID-19 mulai digunakan.
Ekspor Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia Turun 70 Persen Dihantam Pandemi (93057)
Munas HIMKI ke-2 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Jawa Barat. (Ciremaitoday)
"Prediksi itu kan vaksin digunakan pada awal 2021 nanti. Kita akan langsung membuka pasar seluas-luasnya, kita akan membuka pameran pada Maret nanti," kata Supriyadi.
ADVERTISEMENT
Rencananya HIMKI bersama organsiasi lainnya akan membuka pameran dengan skala besar. Tak hanya mebel dan kerajinan, industri otomotif, fashion dan lainnya akan ikut meramaikan pameran. "Kita sedang mengupayakan izinnya. Minimalnya kita telah menyiapkan," katanya.
Sebelumnya Supriyadi mengaku, HIMKI telah mengagendakan pameran skala ASEAN di Jakarta pada tahun ini. Namun, pameran tersebut gagal digelar karena pandemi.
"Target untuk pameran ASEAN itu sekitar 1 miliar dolar. Dibatalkan karena pandemi," katanya.
Selain menyiapkan pameran, HIMKI juga mendorong pemerintah untuk menyiapkan regulasi yang membantu peningkatan ekonomi, yang ambruk karena diterpa pandemi.
"Kalau untuk produksi ekspor kita kirim ke 123 negara. Terbesar di negara-negara benua Amerika, kemudian Eropa juga," kata Supriyadi.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Produksi dan SDM Maskur mengatakan produksi untuk pasar domestik juga terganggu. Kendati demikian, lanjut Maskur, untuk bahan baku produksi masih stabil.
ADVERTISEMENT
"Domestik dan ekspor hampir sama. Bener bener jatuh. Untuk domestik sekitar 10 persen yang produksi," kata Maskur.