kumparan
15 Jul 2019 18:46 WIB

Elpiji 3 Kg untuk Pertanian, Hiswana Migas Sosialisasi ke Petani

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Rayon X dan Himpunan swasta nasional minyak dan gas (Hiswana Migas) Kabupaten Indramayu saat memberikan keterangan di LS Caffe Kota Cirebon, Senin (15/7), terkait alih fungsi penggunaan elpiji 3 kg untuk pertanian. (Backrodin)
ciremaitoday.com, Cirebon, - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III dan Himpunan swasta nasional minyak dan gas (Hiswana Migas) Kabupaten Indramayu menghimbau kepada petani untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg untuk kebutuhan pertanian.
ADVERTISEMENT
Senior Sales Executive Rayon X Pertamina MOR III, Hamdani mengatakan, Pertamina MOR III terus melakukan sosialisasi serta himbauan kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan penggunaan elpiji 3 kg. "Elpiji 3 kg untuk keperluan rumah tangga, kami meminta kepada masyarakat untuk mempergunakan sesuai dengan peruntukannya," ujar Hamdani saat ditemui, Senin (15/7).
Hamdani mengakui, adanya informasi dari masyarakat terkait alih fungsi elpiji 3 kg untuk kebutuhan diluar keperluan rumah tangga seperti untuk pertanian, usaha laundry dan peternakan ayam.
Sementara itu Koordinator daerah Hiswana Migas Kabupaten Indramayu, Asep Syaefudin mengatakan Hiswana Migas bersama Dinas Koperasi, perdagangan dan Perindustrian dan UKM Kabupaten Indramayu telah melakukan sosialisasi kepada kelompok-kelompok tani di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
"Kami sudah lakukan upaya persuasif dan edukasi kepada petani untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg untuk pertanian," kata dia.
ADVERTISEMENT
Pada musim kemarau seperti saat ini, elpiji 3 Kg digunakan sebagai bahan bakar genset yang telah dimodifikasi sebagai mesin pompa air untuk pengairan sawah. Rata-rata satu mesin bisa menggunakan 5 tabung per hari.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok akibat penyalahgunaan penggunaan elpiji 3 kg, secara cepat tanggap, Pertamina MOR III menyiapkan tambahan pasokan fakultatif LPG 3 Kg di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu Majalengka dan Kuningan) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamin MOR III Dewi Sri Utami menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan LPG 3 kg sesuai peruntukannya, seiring ditemukannya alih fungsi LPG subsidi tersebut di lapangan, karena LPG ini merupakan jenis Public Service Obligation (PSO/subsidi).
ADVERTISEMENT
Mengatasi gangguan pasokan ini, pihak kami telah menyiapkan tambahan fakultatif sebanyak 100% dari alokasi harian normal, yaitu sebanyak 187.040 tabung di wilayah Ciayumajakuning yang akan dibagi ke dalam 4 hari penyaluran mulai 13 Juli,” jelas Dewi. (*)
Penulis : Backrodin
Editor : Tomi Indra Priyanto
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·