News
·
21 Januari 2021 19:08

Kantor DPRD Kuningan Kembali Ditutup Usai Gelar Rapid Test Antigen Massal

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Kantor DPRD Kuningan Kembali Ditutup Usai Gelar Rapid Test Antigen Massal (247337)
Kantor DPRD Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Andri Yanto)
Ciremaitoday.com, Kuningan - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali ditutup pada Kamis (21/1/2021), usai diadakan rapid test antigen massal di lingkungan gedung dewan tersebut.
ADVERTISEMENT
Rencananya, penutupan gedung dewan akan berlangsung selama dua hari ini. Artinya, aktivitas di kantor DPRD Kuningan akan kembali berjalan seperti biasanya pada Senin (25/1/2021) pekan depan.
Hal ini diperkuat dengan surat pemberitahuan dari Sekretariat DPRD Kuningan, bahwa selama dua hari semua pegawai melakukan pekerjaan secara Work From Home (WFH).
Sekaligus sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan Sekretariat DPRD Kuningan, usai diadakan rapid test antigen bagi pimpinan dan anggota DPRD serta staf Sekretariat DPRD Kuningan.
"Karena kami di sini sudah dilakukan rapid test antigen, jadi sesuai dengan arahan Surat Edaran Bupati Kuningan maka selama dua hari kita WFH. Mungkin nanti pada Senin lusa, aktivitas di gedung sekretariat kembali dimulai," kata Sekretaris DPRD Kuningan, Mochamad Nurdijanto, Kamis (21/1/2021).
ADVERTISEMENT
Selama ini, lanjutnya, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maka seluruh aktivitas kedewanan di gedung rakyat juga menerapkan WFH 50 persen. Sehingga setiap pegawai sekretariat masuk kantor sesuai dengan yang dijadwalkan masing-masing.
"Semoga tidak diperpanjang lagi PPKM, sehingga tanggal 25 Januari bisa kembali masuk seperti biasanya," tukasnya.
Sementara berdasarkan data Crisis Center COVID-19 Kuningan pada Kamis (21/1/2021), total kasus terkonfirmasi positif menembus 2.561 orang. Naik sebanyak 11 orang dari hari sebelumnya yakni dengan total 2.550 orang.
Sedangkan total pasien positif yang dinyatakan sembuh kini berjumlah 2.181 orang. Kemudian dari total kasus positif itu, terdapat 335 orang menjalani karantina, serta 45 orang meninggal dunia.