News
·
29 November 2020 13:15

Komunitas Lintas Agama di Kuningan, Jabar, Salurkan 1.000 Bibit Pohon Kopi

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Komunitas Lintas Agama di Kuningan, Jabar, Salurkan 1.000 Bibit Pohon Kopi (148210)
Sejumlah pegiat lintas agama di Kuningan, Jabar, memberikan bantuan 1.000 bibit pohon kopi. (Ciremaitoday)
Ciremaitoday.com, Kuningan – Sejumlah pegiat lintas agama yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Lintas Agama (Jaga Pelita) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyalurkan bantuan 1.000 bibit pohon kopi di Desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kuningan. Tak hanya pegiat lintas agama, penanaman bibit pohon ini dibantu warga dari Desa Cipasung Kecamatan Darma Kuningan.
ADVERTISEMENT
Langkah yang dilakukan ini, sekaligus sebagai momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia. Disisi lain sebagai bentuk pemberdayaan terhadap petani kopi lokal, dalam membangun usaha budidaya pohon kopi.
Salah seorang anggota Jaga Pelita Kuningan, dr Maria Goreti Novita dalam keterangan persnya, Minggu (29/11/2020), menuturkan, dipilihnya bibit pohon kopi untuk disalurkan agar bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat. Tak kurang dari 1.000 bibit pohon akan diberikan secara bertahap.
“Kita siapkan 1.000 bibit tanaman kopi yang akan ditanam. Hari ini kita awali dengan menanam sebanyak 140 bibit kopi jenis liberika,” sebutnya.
Usai penanaman perdana, pihaknya akan kembali menanam bibit pohon kopi dari jenis berbeda pada pekan depan. Adapun jenis kopi yang akan ditanam diantaranya arabica, robusta dan exelsa.
ADVERTISEMENT
“Mudah-mudahan kedepan kawasan ini bisa menjadi wisata kopi di Kuningan. Semoga bisa menjadi ikon, karena Kuningan ini punya sejarah terhadap kopi seperti liberika dari Cipasung yang memang pohon disana sudah berusia tua, ada juga di Citangtu,” bebernya.
Sementara seorang perangkat Desa Cipasung, Dedi menyebut, adanya pohon kopi jenis liberika yang berusia lebih dari 50 tahun di desanya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga setempat.
“Jadi dengan adanya pohon kopi Liberika di Cipasung, menjadi kebanggan tersendiri bagi kami. Ini juga menjadi tantangan kedepan, agar tetap bisa melestarikan produk kopi tanaman lokal,” tekadnya.
Adanya aksi penanaman pohon kopi yang digagas komunitas lintas agama, membuat pihaknya lebih terpacu dan semangat untuk terus mengembangkan potensi kopi lokal yang sudah ada sejak dahulu.
ADVERTISEMENT
“Saya menjadi lebih termotivasi untuk membangun Desa Cipasung sebagai desa rintisan wisata kopi. Tentunya, hal itu akan menjadi sebuah alasan kenapa orang mau datang ke Desa Cipasung yaitu dengan adanya kopi liberika,” tutupnya.(*)