News
·
25 September 2020 11:32

Kronologi 46 Santri Pondok Pesantren di Kuningan, Jabar, Terinfeksi Virus Corona

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Kronologi 46 Santri Pondok Pesantren di Kuningan, Jabar, Terinfeksi Virus Corona (16608)
Ilustrasi. (Kumparan)

Ciremaitoday.com, Kuningan - Puluhan santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HK), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona jenis baru atau COVID-19.

ADVERTISEMENT
Sebanyak 46 orang santri Ponpes Husnul Khotimah positif COVID-19. Adanya kasus tersebut menjadi klaster baru COVID-19 di Kabupaten Kuningan.
Dalam keterangan pers yang diterima Ciremaitoday, pengurus Ponpes Husnul Khotimah meminta para orang tua santri agar tetap tenang dan memperbanyak doa. Karena saat ini, pihak pesantren sedang melakukan penanganan yang terbaik dalam pencegahan wabah COVID-19 tersebut.
Ketua Yayasan Husnul Khotimah, KH Mu’tamad LC menceritakan, sejak penerimaan kedatangan santri baru di Pondok Pesantren Husnul Khotimah hingga saat ini, pihak pesantren selalu mengedepankan persyaratan protokol kesehatan berkaitan dengan penanganan pandemi.
“Kedatangan santri gelombang pertama (Tanggal 1-2 Agustus 2020) kami mensyaratkan rapid test. Hasilnya dari 702 santri yang datang, 700 santri non reaktif dan 2 santri reaktif. Nah santri tersebut dipulangkan dan dilakukan tes swab di rumah masing-masing,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, pihaknya juga melakukan swab massal kepada 150 orang pegawai. Swab massal itu menunjukan hasil semuanya negatif.
“Begitu pun saat kedatangan santri gelombang kedua (Tanggal 29-30 Agustus 2020), juga dilakukan test PCR di Pondok Pesantren Husnul Khotimah terhadap 1.350 santri yang datang. Hasilnya 7 orang santri dinyatakan positif dan dilakukan isolasi mandiri. Setelah 14 hari dilakukan tes swab ulang, Alhamdulillah hasilnya negatif,” imbuhnya.
Kemudian pada saat kedatangan santri gelombang ketiga (Tanggal 12-13 September 2020), pihaknya juga melakukan tes swad dengan metode PCR di pondok tersebut terhadap 1.200 santri yang datang.
“Hasilnya 3 orang santri positif, dan dilakukan isolasi mandiri. Setelah 14 hari kami melakukan tes swab ulang, Alhamdulillah hasilnya negatif,” bebernya.
ADVERTISEMENT
Hanya pada tanggal 12 hingga 24 September 2020, sebagian santri mengalami gejala batuk, flu dan panas.
“Dalam penanganan kepada mereka yang mengalami sakit itu dilakukan tes swab. Hasilnya terkonfirmasi positif sejumlah 46 santri, saat ini dalam proses isolasi mandiri,” tutupnya.