kumparan
News28 Februari 2020 16:14

Lagi, BPOM Gerebek Home Industry Kosmetik Ilegal di Cirebon

Konten Redaksi Ciremai Today
28022020_Penggerebekan_Kosmetik_Ilegal.jpg
Situasi saat petugas BPOM dan Polda Jabar menggerebek gudang kosmetik ilegal di kawasan Ciledug, Kabupaten Cirebon. (Ciremaitoday)
Ciremaitoday.com, Cirebon - Belum sepekan setelah penggerebekan di Jalan Tuparev, Kabupaten petugas gabungan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Polda Jawa Barat kembali menggerebek home industry kosmetik ilegal di Kabupaten Cirebon.
ADVERTISEMENT
Penggerebekan dilakukan di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Dalam penggerebekan tersebut, petugas BPOM dan polisi mendapati aktivitas pengemasan produk kosmetik. Industri kosmetik rumahan itu diketahui baru berjalan sekitar 2 bulan.
"Menurut karyawan kurang lebih sekitar dua bulanan beroperasi. Untuk diedarkan kemana, kita belum menemukan adanya dokumen yang menyangkut penyalurannya," kata Staf Penindakan BPOM Jabar Edward Siahaan, Jumat (28/2/2020).
Edward juga belum dapat memastikan kandungan kosmetik yang diduga ilegal tersebut, apakah membahayakan penggunanya atau tidak. Untuk mengetahui hal itu diperlukan uji laboratorium.
"Harus dilakukan uji lab. Memang kosmetik itu ada beberapa bahan yang dilarang, hidrokinon dan merkuri. Saat ini belum bisa disimpulkan. Sampai saat ini masih dalam proses menghitung. Belum kita simpulkan ada beberapa item produk yang diamankan. Masih dalam proses, belum direkap," ucap Edward.
ADVERTISEMENT
Gudang kosmetik yang digerebek ini tak memiliki izin produksi dan edar. "Produksi kosmetik itu harus memiliki izin dari departemen kesehatan. Ini memang karena tidak ada izin produksi. Sehingga digeledah," jelasnya.
Menurutnya, penggeledahan gudang kosmetik di Ciledug berkaitan dengan penindakan di Jalan Tuparev, beberapa hari lalu. Dalam penindakan itu, BPOM Jabar mengamankan 1.000 dua kosmetik ilegal.
Namun Edward menyatakan, masih diperlukan pendalaman untuk memastikan keterkaitan antara industri kosmetik ilegal di Ciledug dan Tuparev. "Kemudian kita bisa tetapkan siapa sebenarnya orang yang bertanggungjawab penuh atas kegiatan di sini dan Tuparev," ujarnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan