Maknyus! Nasi Tutug Ampas Jadi Pilihan Menu Tambahan Kuliner di Majalengka

Konten Media Partner
15 Januari 2022 19:07
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Maknyus! Nasi Tutug Ampas Jadi Pilihan Menu Tambahan Kuliner di Majalengka (322743)
zoom-in-whitePerbesar
Nasi tumpas (tutug ampas) khas kedai Missae Food. Foto: Erick Disy/CIREMAITODAY
Ciremaitoday.com, Majalengka - Bagi pecinta kuliner yang sedang jalan-jalan ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, wajib menjajal menu khas kedai Missae Food. Pasalnya, di kedai ini ada menu makanan baru yang jadi pilihan tambahan kuliner di Majalengka.
ADVERTISEMENT
Nasi tumpas (tutug ampas) adalah menu khas kedai yang terletak di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka ini. Pada umumnya nasi tutug biasa menggunakan oncom untuk dijadikan bahan makanan pada kuliner ini.
Berbeda dengan kedai Missae Food, nasi tutug-nya menggunakan ampas kedelai untuk dijadikan 'toping' pada hidangan menu tersebut. Sekedar informasi, ampas ini berasal dari sisa bahan pembuat kecap yaitu kacang kedelai.
Owner Missae Food, Dinna Nurhayati mengatakan, nasi tumpas ini memiliki lauk tambahan seperti sambal, cumi, tongkol, ayam geprek, pedesan ayam, telur balado, tahu, sate usus dan lain-lain.
"Sudah ada 2 tahun (jualan nasi tumpas). Cuma awalnya jualan online aja, sistem delivery order. Kalau ada yang pesan lewat WhatsApp kita antar," kata Dinna saat acara peresmian kedai Missae Food, Sabtu (15/1/2022).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Tapi sekarang mah Alhamdulillah udah punya tempat sendiri, jadi bisa makan ditempat. Rencananya ala-ala prasmanan aja. Nanti silahkan lauknya mau apa? tinggal pilih," lanjut dia.
Dia menjelaskan, harga untuk nasi tumpas ini hanya dibanderol Rp 15 ribu dengan menu alakadarnya. Adapun untuk paket spesial kedai ini membandrol harga dari Rp 25 sampai 35 ribu.
"Yang Rp 15 ribu cuma nasi sama sambal, cumi atau pilih satu macam lauk. Kalau yang spesial menu yang disajikan sambal, cumi, tongkol, terus pakai telur atau tumisan katel. Tapi tergantung permintaan juga takutnya gak selera," jelas dia.
Adapun ide membuat nasi tumpas ini berawal dari keresahan minimnya menu kuliner khas Majalengka. Selain itu, makan ampas yang jadi salah satu khas Majalengka juga jadi pilihan utama dirinya untuk membuat kuliner dari ampas kedelai tersebut.
ADVERTISEMENT
"Karena di Majalengka yang khas itu kan ampas. Nah, apa yang gak ada di kota lain selain di Majalengka, makanya saya pilih ampas. Pas awal banget tuh cuman pakai tumisan biasa, terus ada yang nyaranin pakai daun jeruk katanya biar wangi. Jadi kita coba dikolaborasikan sama tumpas ini," jelas dia. ***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020