kumparan
17 Mar 2019 20:14 WIB

Nikmatnya Tape Ketan Hijau Khas Indramayu

Tape Ketan Hijau. (Dok)
ciremaitoday.com, Indramayu, - Banyak jenis makanan tradisional di Indramayu yang sudah jarang kita jumpai, jika menemukannya di beberapa tempat itupun tidak banyak. Modernisasi dan akulturasi diakui atau tidak, ikut memengaruhi.
ADVERTISEMENT
Salah satu penganan tradisional khas Indramayu adalah tape ketan yang dibungkus menggunakan daun pisang serta memiliki rasa yang khas, manis dan asam. Yang membedakan tape ketan Indramayu adalah warna hijau yang cukup mencolok.
Meski sudah jarang ditemui, dan biasanya disajikan dalam acara-acara hajatan, tapi nyatanya tape ketan yang dibuat dengan cara difermentasi ini masih banyak peminat. Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi asam-manis tape ketan khas Indramayu, bisa memburunya ke pasar-pasar tradisional di kota mangga.
Atau jika ingin mendapatkan yang lebih ‘fresh’ bisa datang ke Desa Terusan di Kecamatan Sindang. Di sana, ada seorang ibu bernama Saenah (42) yang dikenal piawai meracik dan membuat penganan tape ketan khas Indramayu.
“Berawal dari mencoba untuk membuat tape ketan akhirnya produksi tape ketannya banyak dipesen oleh sebagian penjual pasar untuk diedarkan,” kisah Saenah.
ADVERTISEMENT
“setiap hari selalu memproduksi tape ketan, tak terkecuali ketika bahan bakunya sulit di dapat paling tidak bisa produksi,” jelasnya.
Tape ketan Hijau. (Dok)
Komposisi bahan untuk membuat tape ketan khas Indramayu ini pada dasarnya sama dengan penganan sejenis seperti tape ketan hitam Bandung. Bahan-bahan pembuatannya tergolong sangat sederhana dan mudah didapati.
“Tape ketan yang kami buat sederhana, tidak memerlukan alat khusus, komposisi dalam pembuatannya terdiri dari beras ketan, ragi, dan pewarna makanan serta daun pisang sebagai penutup isi dari tape ketan,” katanya.
Salah satu penikmat tape ketan, Kaisah Firzan mengaku, hampir setiap hari datang ke rumah Saenah untuk membeli tape ketan sebagai ‘camilan’ favorit keluarganya.
“Rasanya sungguh luar biasa dan maknyos tape ketan mempunyai ciri khas tersendiri rasanya manis, apa lagi kalau dimakan dengan dicampur susu dan es batu akan terasa banget nikamatnya,” paparnya. (*)
ADVERTISEMENT
Penulis : Tedy Saputra
Editor : Tomi Indra Priyanto
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan