News
·
14 September 2020 18:19

PAM Tirta Kamuning Kuningan, Jabar, Operasikan Mata Air Cibangir

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
PAM Tirta Kamuning Kuningan, Jabar, Operasikan Mata Air Cibangir (36125)
Direktur PAM Tirta Kamuning Kuningan, Deni Erlanda. (Andri Yanto)
Ciremaitoday.com, Kuningan - Sumber air alternatif mata air Cibangir di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mulai dioperasikan secara bertahap. Perumda Air Minum (PAM) Tirta Kamuning Kuningan memastikan, jika mata air tersebut dapat melayani konsumen di wilayah pelayanan Kecamatan Kramatmulya.
ADVERTISEMENT
Hanya saja, pendistribusian dari sumber mata air Cibangir ini masih dilakukan bertahap. Sehingga belum sepenuhnya semua pelanggan di Kramatmulya dapat terlayani secara optimal.
“Alhamdulillah mata air Cibangir sudah mulai beroperasi. Sehingga bisa mengakomodir sebagian kebutuhan pelanggan, namun baru perumahan yang berada di bagian bawah seperti Alam Asri dan Puri Asri,” kata Direktur PAM Tirta Kamuning Kuningan, Deni Erlanda, Senin (14/9/2020).
Dia menyebut, sementara ini sumber mata air Cibangir bisa memenuhi kebutuhan sebanyak 2.000 konsumen lebih. Jika telah beroperasi optimal, maka mata air Cibangir dapat melayani keseluruhan pelanggan di wilayah pelayanan Kramatmulya.
“Jadi sekarang kita sedang melakukan pembenahan untuk memasang jalur pipa ke reservoar diatasnya, agar dapat mengalir ke PMK dan konsumen yang lain. Kalau dilihat dari debit airnya, itu bisa menjangkau semua konsumen di Kramatmulya, hanya tinggal teknisnya saja seperti apa, ternyata ada kendala secara teknis karena baru bisa melayani ke bagian bawah saja, jadi harus dibuat pipa untuk mensuplai reservoar di atas,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Dia mengaku, memasuki musim kemarau saat ini memang sebagian debit air dari sumber airnya mulai berkurang. Seperti sumber air yang diambil dari kawasan Waduk Darma Kuningan.
“Kalau saat ini, di masa kemarau memang pelayanan sedikit terganggu. Karena debit air mulai berkurang, seperti Waduk Darma mulai surut dan beberapa mata air juga surut,” katanya.
Dia menyebut, wilayah pelayanan yang terganggu berada di beberapa kecamatan diantaranya Kramatmulya, Cidahu, Ciawigebang dan Luragung. Ada sekitar 7.000 konsumen terdampak langsung akibat berkurangnya debit air, dengan total konsumen mencapai 53.000 pelanggan.
“Antisipasi kita tetap mengirimkan air bersih ke pelanggan yang terdampak, misalnya untuk perumahan di Grand Kasturi, PMK dan Kasturi Perdana. Tapi sekarang untuk Perumahan Alam Asri dan Puri Asri sekarang sudah terbantu adanya mata air Cibangir,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT