News
·
16 Juli 2021 20:02
·
waktu baca 2 menit

Pemkot Anjurkan Warga Kota Bandung Tidak Laksanakan Salat Idul Adha Berjemaah

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Pemkot Anjurkan Warga Kota Bandung Tidak Laksanakan Salat Idul Adha Berjemaah (47190)
searchPerbesar
Ilustrasi pelaksanaan salat Idul Adha. FOTO: Kumparan
Ciremaitoday.com, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerbitkan surat edaran pedoman pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 yang jatuh pada Selasa (20/7/2021).
ADVERTISEMENT
Dikeluarkannya pedoman pelaksanaan Idul Adha karena Kota Bandung masih dalam zona level 4 dan tengah menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dalam pedoman tersebut ada sejumlah penyesuaian pelaksanaan Idul Adha.
Kepala Kementerian Agama Kota Bandung, Tedi Hamad Junaedi menuturkan, pedoman pelaksanaan Idul Adha 2021 ini sudah diatur melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021.
Di antaranya, mengimbau warga untuk tidak melaksanakan salat Idul Adha berjemaah di masjid, musala maupun di tempat atau lapangan terbuka. Khususnya untuk wilayah yang berstatus level 3 dan 4 zona PPKM Darurat. Juga tidak boleh menyelenggarakan arak-arakan takbir keliling.
Zona PPKM Darurat level 3 adalah wilayah dengan jumlah kasus positif COVID-19 antara 50-150 per 100 ribu penduduk. Sedangkan level 4, wilayah dengan lebih dari 150 kasus positif per 100 ribu penduduk.
ADVERTISEMENT
"Substansinya, masjid tidak digunakan sementara untuk peribadatan berjemaah. Masjid tetap dibuka, tapi tidak melaksanakan proses kegiatan ibadah berjemaah. Ini untuk di level 3 dan 4 dilaksanakan PPKM darurat," jelas Tedi dalam keterangan yang diterima Ciremaitoday, Jumat (16/7/2021).
Tedi membeberkan, dalam edaran agar masyarakat dimohon kesadaran dan pengertiannya untuk beribadah di rumahnya masing-masing. Hal itu berlaku untuk seluruh agama.
"Sebetulnya dalam surat edaran nomor 17 itu tidak hanya ditujukan bagi Idul Adha, tapi juga berlaku untuk seluruh agama. Pengaturan juga bagi untuk tempat peribadatan agama lain," cetusnya.
Masih menurut Tedi, untuk prosesi penyembelihan kurban disarankan pada 11, 12, dan 13 Zulhijah atau Tanggal 21, 22, dan 23 Juli 2021. Kemudian disarankan penyembelihannya di Rumah Potong Hewan (RPH) guna meminimalisir interaksi orang.
ADVERTISEMENT
Apabila RPH sudah penuh, lanjut Tedi, hewan kurban disembelih di lapangan terbuka dengan jumlah panitia yang terbatas. Tak lupa juga untuk memerhatikan protokol kesehatan.
“Satu orang, satu alat potong. Kalau terbatas, pisaunya harus didisnfektan dulu. Setelah dipotong, penerima tidak boleh datang ke tempat pemotongan. Panitia yang harus mengantarkan daging hasil pemotongan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Pemkot Bandung, Momon Ahmad Imron mengaku, sudah menerima beragam ketentuan dan panduan dari pemerintah pusat. Ketentuan dan panduan itu diramu dan diteruskan dalam bentuk surat edaran wali kota terkait pelaksanaan Idul Adha 2021.
"Insyaallah pak wali kota akan membuat surat edaran pedoman pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. Surat edaran akan mengacu pada ketentuan PPKM darurat,” ucap Momon.
ADVERTISEMENT
Terkait hewan kurban, Momon mengimbau kepada para penjual untuk berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 di level kecamatan dan kelurahan. Momon juga meminta masyarakat yang hendak menyembelih hewan kurban berkoordinasi dengan Satgas setempat.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020