News
·
29 September 2020 17:30

Pemprov Jabar Kirim 5.000 Alat Tes Swab ke Pesantren Husnul Khotimah Kuningan

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Pemprov Jabar Kirim 5.000 Alat Tes Swab ke Pesantren Husnul Khotimah Kuningan (262346)
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat dimintai keterangan pers usai meninjau langsung swab massal di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan. (Andri Yanto)

Cirmaitoday.com, Kuningan - Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendapat bantuan sebanyak 5.000 alat Polymerase Chain Reaction (PCR) swab atau alat tes usap dari Pemprov Jabar.

ADVERTISEMENT
Bantuan alat tes swab metode PCR ini diberikan langsung Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum kepada pengurus Ponpes Husnul Khotimah saat memantau kegiatan tes swab massal pada Selasa (29/9/2020).
“Saya mendapat tugas Pak Gubernur (Ridwan Kamil), datang ke Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Sebagai bentuk responsif pemerintah untuk penanganan COVID-19,” kata Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum.
Menurutnya, terdapat tiga benteng dalam suasana Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini. Pertama adalah pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta protokol kesehatan COVID-19, kedua selalu melaksanakan tes dengan alat PCR-nya dan ketiga yakni tanggap dan cepat jika ada yang terpapar.
“Hari ini saya datang kesini meyakinkan, bukan tidak percaya kepada Gugus Tugas yang ada disini khususnya Pak Bupati, tapi kami kesini untuk lebih meyakinkan, benar gak. Ternyata seperti itu benar adanya, maka saya meminta kepada pimpinan pondok pesantren untuk memohon, bukan sifatnya intruksi, tapi memohon untuk tidak melaksanakan proses belajar mengajar di pondok pesantren ini,” bebernya.
ADVERTISEMENT
Namun saat pertemuan dilakukan, Ia menyebut, jika pihak pesantren memahami arahan dari Pemprov Jabar. “Kami tidak harus menutup, tidak, karena pondok pesantren kan punya kewenangan masing-masing, kami tidak bisa seperti itu. Tapi karena kearifan dan kebijaksanaan pondok pesantren, akhirnya mau menutup,” terangnya.
Sebagai upaya penanganan, pihaknya memberikan bantuan sebanyak 5.000 alat uji PCR swab. Sehingga setiap santri yang akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing, sudah melalui tahapan tes PCR dan dinyatakan negatif.
“Jangan sampai, ketika dipulangkan tidak memiliki status negatif COVID-19. Sebab dikhawatirkan dapat menularkan di daerah masing-masing santri,” tandasnya.
Namun bagi santri yang masih positif, lanjutnya, maka akan ditangani oleh pihak pesantren maupun tim penanganan COVID-19 Kabupaten Kuningan. Jika status santri sudah dinyatakan sembuh dan negatif COVID-19, baru pihak pesantren membolehkan santri untuk dipulangkan.
ADVERTISEMENT
“Hari ini kita baru 400 alat PCR, besok mungkin ditambah lagi karena untuk 5.000 alat ini tidak bisa sekaligus. Sebab keterbatasan petugas dan juga harus ada tahapan-tahapan selanjutnya,” tutupnya.