News
·
19 Januari 2021 18:14

Pemprov Jabar Siapkan Rp 10 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Kepuh Kuningan

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Pemprov Jabar Siapkan Rp 10 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Kepuh Kuningan (23551)
Bupati Kuningan, Acep Purnama bersama Kepala Diskopdagperin Kuningan, U Kusmana saat meninjau lokasi Pasar Kepuh yang akan direvitalisasi. (Andri Yanto)
Ciremaitoday.com, Kuningan - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk bantuan revitalisasi Pasar Kepuh di Kabupaten Kuningan.
ADVERTISEMENT
Adapun titik revitalisasi itu terdapat di 2 blok yakni Blok P dan Blok S. Pemprov Jabar berkeinginan untuk mengubah pasar tradisional agar berstandar SNI.
Kepala Diskopdagperin Kuningan, U Kusmana dalam keterangan persnya, Selasa (19/1/2021), mengatakan, jika alokasi anggaran yang bakal diterima Pemkab Kuningan dari Pemprov Jabar senilai Rp 10 miliar. Bantuan tersebut akan dialokasikan untuk merevitalisasi 2 blok di Pasar Kepuh Kuningan.
"Tentunya ini salah satu upaya kita dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, dan menghidupkan kembali pasar tradisional dengan melakukan sejumlah perubahan bangunan fisiknya sehingga menjadi lebih representatif, rapi dan bersih. Sehingga transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli di Pasar Kepuh lebih aman dan nyaman,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, titik lokasi sasaran revitalisasi itu terdapat di Blok S dan Blok P sebelah timur Pasar Kepuh. Konsepnya sendiri hampir serupa dengan beberapa blok pasar yang sebelumnya direvitalisasi, sedangkan disain diambil dari rancangan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
ADVERTISEMENT
“Konsepnya hampir sama dengan kawasan sebelah barat yang dibuat terbuka. Namun untuk desain nanti ditentukan dari provinsi,” tukasnya.
Pihaknya berharap, proses revitalisasi ini dapat segera dikerjakan. Namun yang pasti, tender segera dilakukan di provinsi sehingga pengerjaan bisa dilaksanakan pada April 2021.
“Anggaran ini bantuan dari Jabar, mudah-mudahan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) tentang revitalisasi Pasar Kepuh bisa segera masuk di awal bulan Februari 2021. Kami ingin bergerak cepat, semoga tender di provinsi bisa segera terlaksana sehingga pembangunan segera dikerjakan,” tutupnya.