News
·
20 Januari 2021 19:20

Puluhan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Jalani Rapid Test Antigen

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Puluhan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Jalani Rapid Test Antigen (92329)
Seorang anggota DPRD Kabupaten Kuningan saat menjalani rapid test antigen, Rabu (20/1/2021). (Andri Yanto)
Ciremaitoday.com, Kuningan - Sebanyak 23 orang anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjalani rapid test antigen di gedung dewan setempat, Rabu (20/1/2021). Jumlah ini belum separuhnya dari total anggota dewan yang mencapai 50 orang.
ADVERTISEMENT
Sedangkan jumlah pegawai Sekretariat DPRD Kuningan yang mengikuti rapid test antigen sebanyak 53 orang. Sehingga total penghuni DPRD Kuningan yang mengikuti rapid test antigen sejumlah 76 orang.
"Jadi kegiatan ini dilakukan, menyusul adanya beberapa anggota dewan dan pegawai sekretariat yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ini untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, sehingga kita bisa mendeteksi apakah kita dalam keadaan baik atau tidak (positif COVID-19)," kata Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy saat dimintai keterangan persnya.
Dia mengaku, jika kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan. Totalnya ada 76 yang mengikuti rapid test antigen, terdiri dari 23 legislator dan 53 pegawai sekretariat.
"Kita sudah melakukan rapid test antigen, jumlahnya sebanyak 76 orang. Alhamdulillah hasilnya sudah keluar, semuanya dinyatakan negatif COVID-19,” terangnya.
ADVERTISEMENT
Adanya anggota dewan maupun pegawai sekretariat yang berhalangan hadir, dia meminta, agar bisa segera melakukan tes serupa secara mandiri. Hal ini sebagai upaya untuk pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan Sekretariat DPRD Kuningan.
"Jadi untuk anggota dewan dan pegawai sekretariat yang belum rapid test antigen, saya minta melakukan secara mandiri di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lain. Nanti hasilnya bisa dilaporkan kepada Sekretariat DPRD Kuningan,” pintanya.
Sejauh ini, lanjutnya, tercatat ada 5 orang terkonfirmasi positif di lingkungan gedung dewan. Namun 3 orang sudah dinyatakan sembuh, yakni 1 orang anggota dewan dan 2 orang pegawai sekretariat, sisanya 2 orang anggota DPRD masih menjalani karantina.