News
·
29 Juli 2021 19:35
·
waktu baca 2 menit

Ridwan Kamil Ajak Media Berperan Hapus Label Netizen Indonesia Paling Kasar

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Ridwan Kamil Ajak Media Berperan Hapus Label Netizen Indonesia Paling Kasar (623643)
searchPerbesar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil silaturahmi dengan AMSI Jabar secara virtual pada Kamis (29/7/2021).
Ciremaitoday, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak media berperan aktif mengedukasi masyarakat Indonesia agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).
ADVERTISEMENT
Harapan itu disampaikan Ridwan Kamil saat bersilaturahmi dengan para pimpinan media yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat secara virtual pada Kamis (29/7/2021).
Sisa-sisa 'pertengkaran' masyarakat pasca-Pilpres 2019, termasuk di media sosial, menjadi kegelishan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sebab, pertengkaran itu masih sering terlihat hingga kini di media sosial.
Sampai-sampai pengguna media sosial Indonesia dinobatkan sebagai pengguna media sosial dengan kalimat-kalimat terkasar atau paling tidak sopan Se-ASEAN berdasarkan riset Digital Civility Index (DCI) yang dirilis pada Februari 2021 lalu.
"Di era informasi ini ada ketimpangan. Barangnya canggih (smart phone) tapi mentalnya belum siap. Kita bangsa paling julid se-ASEAN. Kegelisahan saya setelah Pilpres, bangsa ini mudah bertengkar. AMSI bisa mereduksi dosis bertengkar dan memperbanyak diskusi," ujar Ridwan Kamil.
ADVERTISEMENT
Menurut Ridwan Kamil, saat ini setiap orang bisa memproduksi berita. Namun, berita-berita tersebut tentu berbeda dengan berita yang diproduksi oleh media arus utama. Banyak masyarakat yang bingung membedakan berita yang benar dengan berita hoaks, karena ada begitu banyak informasi.
"Dulu mau nonton ada jadwalnya. Problem sekarang adalah memilah media karena semua orang bisa memproduksi berita," ujarnya.
Dia menyarankan agar media-media online arus utama sekarang melengkapi media sosialnya dengan centrang biru. Sebab, centang biru bisa bisa menjadi standar media tersebut dalam memproduksi berita-berita yang benar atau sehat.
Ketua Umum AMSI pusat Wenseslaus Manggut mengatakan, AMSI berdiri diantaranya untuk membangun media online yang sehat, tidak hanya perusahaannya tetapi juga kontennya. "Media online begitu banyak. AMSI berdiri agar perusahaan sehat kontennya juga sehat," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dia mengapresiasi pertemuan dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan menyambut baik ajakan untuk membangun ruang dialog agar para pembaca mendapatkan perspektif yang utuh. Dengan demikian, pertengkaran di masyarakat, termasuk di media sosial dapat direduksi.
Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Umum AMSI Pusat Wenseslaus Manggut, Koordinator Wilayah (Korwil) Jabar-Banten AMSI Ronny Kusuma, Ketua AMSI Jabar Riana A. Wangsadiredja, Kepala Diskominfo Jawa Barat Setiaji, dan pengurus serta anggota AMSI Jabar.