News
·
18 Januari 2021 17:10

Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan Bubarkan Kerumunan di Kawasan Taman Kota

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan Bubarkan Kerumunan di Kawasan Taman Kota (121409)
Petugas Damkar Kabupaten Kuningan menyemprotkan disinfektan di kawasan Taman Kota. (Andri Yanto)
Ciremaitoday.com, Kuningan - Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membubarkan kerumunan warga yang tengah beraktivitas di kawasan Taman Kota (Tamkot) Kuningan. Usai dibubarkan, petugas Damkar Kuningan langsung menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan tamkot tersebut.
ADVERTISEMENT
Sejak revitalisasi tahap pertama Tamkot Kuningan selesai, hampir setiap hari kawasan itu ramai dikunjungi warga, terutama saat malam. Apalagi pada hari libur seperti Minggu pagi, suasananya terlihat ramai pengunjung.
Hal itu membuat Satgas COVID-19 Kuningan bekerja ekstra untuk mencegah kerumunan warga. Bahkan jumlah personil Satpol PP Kuningan ditambah untuk mengawasi aktivitas di kawasan tamkot.
Saat terjadi kerumunan, petugas sempat membunyikan sirine agar semua warga membubarkan diri dari kawasan Tamkot Kuningan. Setelah kondisinya cukup lengang, personel Damkar langsung menyemprot cairan disinfektan.
“Kami hanya berusaha, selebihnya sikap semuanya yang menentukan. Sehat atau tidaknya, berakhir atau tidaknya COVID-19 ini,” kata Kepala Damkar Kuningan, Khadafi Mufti dalam keterangan persnya, Senin (18/1/2021).
Dia menyebutkan, cairan disinfektan yang disemprotkan mencapai 9.000 liter. Penyemprotan ini menyasar kawasan Tamkot Kuningan dan halaman Masjid Syiarul Islam Kuningan.
ADVERTISEMENT
“Langkah ini dilakukan karena banyaknya orang yang berkerumun di sekitar tamkot. Kita mengimbau agar warga membatasi diri untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan,” tandasnya.
Sementara Kepala Satpol PP Kuningan, Agus Basuki menuturkan, butuh butuh kesadaran semua pihak untuk mencegah penyebaran COVID-19.
“Kami menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, apabila keluar rumah selalu memakai masker dan tidak berkerumun,” pintanya.
Bahkan sebagai upaya mencegah kerumunan di kawasan Tamkot Kuningan, pihaknya telah menambah petugas untuk berjaga-jaga dan mengawasi aktivitas warga. Khususnya pada momen liburan seperti hari Minggu.
“Kami sudah melakukan upaya penertiban dan memasang pengumuman agar masyarakat tidak memarkir, berjualan dan berkerumun di lokasi tersebut (Tamkot Kuningan, red). Termasuk telah menutup jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Tamkot,” tutupnya.
ADVERTISEMENT