kumparan
15 Mei 2019 22:21

Sempat Tembus Rp70 Ribu, Harga Bawang Putih di Kuningan Turun Drastis

15052019-Sidak-Pasar-Kuningan-2-768x510.jpg
Tim Satgas Pangan baik Polres Kuningan, Disperindag, Dinas Pertanian, Bagian Ekonomi, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Kesehatan melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional Kuningan. Sidak ini untuk memantau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. (Andry)
ciremaitoday.com, Kuningan, - Wakil Bupati Kuningan, M Ridho Suganda bersama Tim Satgas Pangan Kabupaten Kuningan melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional Kuningan. Sidak ini untuk memantau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) yang dibutuhkan masyarakat selama bulan puasa, bahkan hingga lebaran tiba.
ADVERTISEMENT
Tim Satgas Pangan baik Polres Kuningan, Disperindag, Dinas Pertanian, Bagian Ekonomi, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Kesehatan menyusuri setiap pedagang pasar baik penjual sayuran, daging, telur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Hasilnya, harga kepokmas terbilang mulai normal dan dipastikan stok cukup hingga lebaran nanti.
“Saya meninjau situasi Pasar Kepuh dan Pasar Baru, untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar. Sekaligus juga melihat ketersediaan barang, Alhamdulillah sejauh ini masih aman terkendali,” kata Wabup Kuningan M Ridho Suganda, Rabu (15/5).
Bawang putih misalnya, kata Edo -sapaan akrab Wabup Kuningan- yang sebelumnya sempat naik hingga Rp70.000/kg kini berangsur normal hanya Rp35.000/kg. “Alhamdulillah harga bawang putih yang sempat Rp70 ribu kini sudah di harga Rp35 ribu per kilogram. Termasuk harga cabai dan bawang merah, mudah-mudahan bisa tetap stabil hingga menjelang lebaran,” harapnya.
ADVERTISEMENT
Selain harga-harga kebutuhan pokok mulai normal kembali, Edo juga meyakini, bahwa stok ketersediaan kepokmas dipastikan aman hingga hari lebaran nanti. “Untuk ketersediaan bahan pokok itu sendiri, setelah berkeliling bisa dikatakan aman sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tandasnya.
15052019-Sidak-Pasar-Kuningan-1-768x510.jpg
Sejumlah harga bumbu dapur seperti bawang putih berangsur turun dari sebelumnya Rp70.000/kg turun menjadi rata-rata Rp35.000/kg. Selain bawang putih, penurunan harga diikuti kebutuhan dapur lain seperti cabai merah dari Rp30.000/kg kini Rp20.000/kg. (Andry)
Edo juga mengingatkan, agar para pelaku pasar atau pedagang tidak menaikan harga secara berlebihan. Sebab hal itu membebani masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah.
“Kenaikan harga harus dibatas kewajaran, itupun karena adanya permintaan yang meningkat. Sebab menjelang Hari Raya stok kebutuhan pokok biasanya semakin berkurang dan terbatas, kita juga mempunyai tanggung jawab disini untuk menjaga kestabilan harga, upaya yang kita lakukan memastikan tidak adanya penimbunan barang bahan pokok sampai menjelang Idul Fitri sehingga tidak terjadi kericuhan,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu pemantau harga pangan Disperindag Kuningan, Arisman menyebut, sejumlah harga bumbu dapur seperti bawang putih berangsur turun dari sebelumnya Rp70.000/kg turun menjadi rata-rata Rp35.000/kg. Selain bawang putih, penurunan harga diikuti kebutuhan dapur lain seperti cabai merah dari Rp30.000/kg kini Rp20.000/kg, bawang merah Rp30.000/kg jadi Rp24.000/kg, dan cabai rawit Rp30.000 menjadi Rp20.000/kg.
“Tapi untuk harga daging relatif masih tinggi, seperti daging ayam Rp34 ribu per kilogram dan daging sapi Rp120 ribu per kilonya. Sama juga dengan telur ayam negeri yang masih berada di harga Rp24 ribu, dari harga normal sekitar Rp22 ribu per kilogram,” sebutnya.
Menurutnya, harga daging dan telur masih cukup tinggi disebabkan akibat permintaan selama Ramadhan masih tinggi. Akibatnya, hukum pasar berlaku ketika permintaan tinggi maka harganya ikut naik. (*)
ADVERTISEMENT
Penulis : Andry Yanto
Editor : Tomi Indra Priyanto
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan