kumparan
29 November 2019 19:07

Sungai Ciberes Berwarna Ungu, DPRD Sentil Pemkab Cirebon

20191129-Sungai Ciberes Cirebon_2.jpg
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon ‎Hermanto saat meninjau Sungai Ciberes yang tercemar limbah organik dan sampah. (Ciremaitoday)
Ciremaitoday.com, Cirebon - Anggota DPRD Kabupaten Cirebon meninjau kondisi Sungai Ciberes yang airnya berubah warna menjadi ungu akibat tercemar limbah organik. DPRD mengaku prihatin dengan kondisi air Sungai Ciberes.
ADVERTISEMENT
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon ‎Hermanto mengatakan, pihaknya akan mendesak Pemkab Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung terkait penanganan pencemaran lingkungan di Sungai Ciberes.
"BBWS itu bagian normalisasinya, kita akan komunikasikan dengan BBWS. Sedangkan eksekutif itu bagiannya tentang penanganan sampahnya," kata Hermanto kepada awak media seusai meninjau kondisi Sungai Ciberes, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019).
Lebih lanjut, Hermanto menyebutkan, sejatinya Pemkab Cirebon memiliki kewenangan untuk memprioritaskan masalah penanganan sampah. Sebab, lanjut dia, Kabupaten Cirebon memiliki Peraturan Daerah (Perda) No. 7/2012 tentang Penanganan Sampah. Sayangnya, lanjut Hermanto, Pemkab Cirebon tak optimal dalam menerapkan Perda tersebut.
20191129-Sungai Ciberes Cirebon.jpg
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon ‎Hermanto saat meninjau Sungai Ciberes yang tercemar limbah organik dan sampah. (Ciremaitoday)
"Persoalan sampah ini harusnya menjadi prioritas. ‎Kemudian, kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan. Di situ banyak sampah juga. Pemkab atau eksekutif harus kita tekan agar menyediakan sarana untuk penanganan sampah," kata politisi Partai NasDem itu.
ADVERTISEMENT
Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Sungai Ciberes yang berada di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon sangat memprihatinkan. Warna air sungainya berubah menjadi ungu dan berbau. Sampah rumah tangga berserakan di pinggiran sungai.
Menurut Kepala Desa Gebang Kulon terpilih Andi Subandi, ‎kondisi sungai yang memprihatinkan itu sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Warga sekitar terkena dampak pencemaran lingkungan tersebut.
"Kondisi seperti ini sudah seminggu. Warnanya pink. Dampaknya ini selain bau, sumur-sumur sekitar warga juga ikut tercemar," kata Andi.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan