News
·
5 Juli 2021 19:02
·
waktu baca 1 menit

Tim Gegana Brimob Polda Jabar Berhasil Musnahkan Benda Mirip Bom Rudal

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Tim Gegana Brimob Polda Jabar Berhasil Musnahkan Benda Mirip Bom Rudal (764838)
searchPerbesar
Tim Gegana Sat Brimob Polda Jabar saat menunjukan bekas lokasi pemusnahan bom jenis Torpedo di kawasan hutan Desa Sagarahiang, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Andri)
Ciremaitoday.com, Kuningan – Benda mirip bom rudal yang ditemukan warga di Desa Sagarahiang, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, akhirnya berhasil dimusnahkan. Benda berbahaya itu diledakan oleh Tim Gegana Sat Brimob Polda Jabar di kawasan hutan desa setempat.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan keterangan petugas, benda mirip bom rudal itu adalah bom jenis Torpedo. Bahkan daya ledaknya cukup jauh bisa mencapai 500 meter.
“Alhamdulillah kita telah melakukan disposal (penghancuran) bom jenis torpedo tersebut dengan cara dicerai-beraikan menggunakan alat Set-Charge,” kata Panit Jibom Gegana Sat Brimob Polda Jabar, Aiptu Engkus Kusnadi kepada awak media, Senin (5/7/2021).
Peledakan bom jenis Torpedo itu, lanjutnya, dilakukan di kawasan hutan yang jauh dari permukiman warga. Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan alat peledak, sehingga bisa hancur lebur.
“Berat bom yang dimusnahkan ini lebih dari 100 kilogram dengan panjang 80 sentimeter. Jenis bom ini adalah jenis torpedo yang dilepaskan dari pesawat,” ungkapnya.
Tim Gegana Brimob Polda Jabar Berhasil Musnahkan Benda Mirip Bom Rudal (764839)
searchPerbesar
Bom jenis Torpedo ditemukan warga di Desa Sagarahiang, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Andri)
Dia menyebut, daya ledak bom jenis Torpedo itu bisa mencapai radius 500 meter. Sehingga saat proses peledakan, suaranya terdengar cukup keras.
ADVERTISEMENT
“Jadi bom masih aktif, dan daya ledaknya mencapai radius 500 meter,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, pemusnahan bom jenis Torpedo dilakukan pada lokasi yang jauh dari permukiman warga, tepatnya di kawasan hutan. Hal ini untuk menghindari dampak dari getaran ledakan dan serpihan bom, sehingga tidak terkena lingkungan sekitar.(*)